https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Semangat Pantun Melayu Perkuat Persatuan dalam Peringatan Hari Bhayangkara ke 80

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Batam 13/06/2026 -Kompassindonesianews.com  Dalam upaya memperkuat nilai budaya sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dan institusi kepolisian, Polda Kepulauan Riau bersama Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam akan menggelar kegiatan budaya bertajuk Festival Pantun Melayu Nusantara. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke 80 yang dipusatkan di Kota Batam dan diharapkan mampu menghadirkan suasana yang penuh semangat, kebersamaan, serta kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.
Pantun merupakan salah satu kekayaan budaya Melayu yang telah hidup dan berkembang selama berabad abad di tengah masyarakat Kepulauan Riau. Sebagai bentuk sastra lisan yang sarat makna, pantun tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media pendidikan, penyampaian nasihat, penguatan karakter, dan perekat hubungan sosial dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan festival ini memiliki nilai strategis dalam menjaga eksistensi budaya Melayu di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Kegiatan budaya tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya lembaga adat dan pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya yang diwariskan oleh para pendahulu. Melalui festival pantun, masyarakat diajak untuk kembali menghidupkan tradisi yang mengajarkan kecerdasan berbahasa, kesantunan berbicara, dan penghormatan terhadap sesama.
Festival ini akan mempertemukan para peserta dari berbagai kalangan yang memiliki kemampuan dan minat dalam seni berpantun. Mereka akan menunjukkan keterampilan menyusun bait demi bait pantun yang indah, bermakna, dan penuh pesan moral. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran budaya yang mampu memperkenalkan nilai nilai Melayu kepada generasi muda.
Penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana edukasi yang menarik bagi masyarakat. Di tengah derasnya pengaruh budaya global, generasi muda memerlukan ruang yang mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerahnya sendiri. Pantun sebagai salah satu identitas budaya Melayu perlu terus diperkenalkan dalam berbagai kesempatan agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Hari Bhayangkara ke 80 menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa kepolisian hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendukung pelestarian budaya dan pembangunan karakter bangsa. Melalui pendekatan budaya, hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat dapat semakin diperkuat sehingga tercipta suasana kehidupan yang aman, damai, dan penuh persaudaraan.
Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau menyambut baik pelaksanaan festival tersebut karena dianggap sejalan dengan upaya menjaga marwah budaya Melayu. Pantun merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Melayu. Dalam berbagai acara adat, pantun selalu hadir sebagai sarana komunikasi yang santun dan penuh hikmah. Karena itu, keberadaan festival ini menjadi langkah positif untuk memastikan bahwa tradisi tersebut tetap dikenal oleh generasi masa kini.
Pemerintah Kota Batam juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan budaya ini. Menurut pemerintah daerah, pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam menjaga identitas budaya yang menjadi ciri khas daerah. Pelestarian budaya yang berkelanjutan akan memperkuat karakter masyarakat sekaligus meningkatkan kebanggaan terhadap daerahnya sendiri.
Selain menghadirkan suasana kompetitif yang sehat, festival ini juga memberikan penghargaan kepada para peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga dan mengembangkan budaya Melayu. Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah.
Melalui kegiatan ini, semangat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat Kepulauan Riau semakin diperkuat. Budaya menjadi jembatan yang mampu menyatukan berbagai latar belakang masyarakat dalam satu tujuan yang sama, yaitu menjaga warisan leluhur dan membangun masa depan yang lebih baik.
Festival Pantun Melayu Nusantara dalam rangka Hari Bhayangkara ke 80 bukan sekadar sebuah perlombaan, melainkan sebuah gerakan budaya yang mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mencintai tradisi, menghargai kearifan lokal, serta menjadikan budaya sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, beradab, dan sejahtera. Dengan semangat tersebut, budaya Melayu akan terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

(Nursalim Turatea).

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *