https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Ketua LSM Komando, Omar Rodhi Desak Pemerintah Hentikan Program MBG Negara Sedang Kritis

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

TangerangKompassindonesianews.com – Lembaga Swadaya Masyarakat Komando Corong Aspirasi Rakyat (LSM Komando CAR) secara mengejutkan mengeluarkan pernyataan sikap keras dan mendesak pemerintah untuk segera menghentikan (STOP) pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Melihat situasi nasional dan global yang kian tidak menentu saat ini, LSM Komando CAR menilai program tersebut tidak realistis, berisiko tinggi memicu kebocoran anggaran baru, serta salah memprioritaskan kebutuhan rakyat yang paling mendesak.

​Alasan Utama Penghentian Program MBG menurut LSM Komando CAR:
​Beban APBN yang Tidak Sehat: Menguras anggaran negara di tengah ketidakpastian ekonomi global dan melemahnya nilai tukar rupiah adalah langkah yang ceroboh.

​Ancaman Inflasi Pangan Lokal: Pembelian komoditas pangan secara masif oleh negara untuk program ini dikhawatirkan akan memicu kelangkaan barang di pasar rakyat, yang justru berujung pada lonjakan harga pangan (inflasi) bagi masyarakat umum.
​Infrastruktur dan

Logistik Belum Siap: Distribusi ke wilayah pelosok dan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) rawan terjadi salah sasaran, pembusukan bahan pangan, hingga potensi penyelewengan di tingkat lokal.

​Pernyataan Tegas Ketua Umum LSM Komando CAR
​Ketua Umum LSM Komando Corong Aspirasi Rakyat, M. Omar Rodhi, S.H., menyatakan bahwa kebijakan ini harus dievaluasi total sebelum menjadi bom waktu bagi perekonomian Indonesia.
​”Kami minta dengan tegas, setop program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini sekarang juga! Jangan paksakan proyek mercusuar di saat kondisi akar rumput sedang menjerit. Situasi ekonomi kita saat ini sedang tidak baik-baik saja,” ujar Rodhi.

​Lebih lanjut, praktisi hukum ini menilai pemerintah seharusnya fokus pada penguatan daya beli masyarakat secara langsung dan penciptaan lapangan kerja, bukan membagikan makanan siap saji yang bersifat jangka pendek.
​”Rakyat tidak hanya butuh makan gratis untuk hari ini, rakyat butuh kepastian kerja dan harga sembako yang murah serta stabil agar mereka bisa mandiri. Jika program MBG ini terus dipaksakan di tengah carut-marutnya pengawasan, kami khawatir ini hanya akan menjadi ladang korupsi baru bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Fokus pada perut rakyat itu betul, tapi caranya bukan dengan bagi-bagi makanan yang rentan dipolitisasi!” tegas Rodhi.

​Tuntutan LSM Komando CAR kepada Pemerintah:
​Hentikan total atau tunda pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional.
​Dialihkannya anggaran MBG untuk subsidi pupuk petani, stabilitas harga pangan pokok di pasar tradisional, dan penguatan sektor UMKM.

​Membuka ruang dialog transparan dengan melibatkan pengamat ekonomi, akademisi, dan perwakilan masyarakat sipil untuk merumuskan ulang kebijakan ketahanan pangan yang lebih realistis.

​LSM Komando CAR menegaskan akan terus mengawal isu ini dan siap mengonsolidasikan massa bersama berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa jika suara dan aspirasi rakyat ini diabaikan oleh para pembuat kebijakan.

(Dms/kamil)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *