https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Seragam Sekolah Capai Rp3,8 Juta, MAN 1 Bengkulu Pastikan Orang Tua Bebas Membeli di Mana Saja.

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

BENGKULU– Kompassindonesianews.com Keluhan sejumlah wali murid terkait paket seragam dan perlengkapan sekolah senilai Rp3,6 juta hingga Rp3,8 juta mencuat menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027 di MAN 1 Bengkulu. Para orang tua siswa menilai biaya paket tersebut cukup tinggi dan berpotensi membebani kondisi ekonomi keluarga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket perlengkapan siswa laki-laki ditawarkan dengan harga sekitar Rp3,6 juta, sementara paket siswi mencapai Rp3,8 juta. Paket untuk siswi mencakup empat atasan, lima setel pakaian, empat hijab, dua pasang sepatu, dua pasang kaus kaki, serta satu ikat pinggang.

Sejumlah wali murid mengaku keberatan karena perlengkapan sekolah ditawarkan dalam bentuk paket lengkap. Menurut mereka, tidak semua kebutuhan harus dibeli sekaligus karena sebagian perlengkapan masih tersedia dan layak digunakan dari kakak maupun kerabat.

“Kalau bisa membeli sesuai kebutuhan tentu lebih ringan. Tidak semua perlengkapan harus dibeli dalam satu paket,” ujar salah seorang wali murid.

Selain harga yang dinilai cukup mahal, orang tua siswa juga menyoroti beberapa item seperti sepatu dan perlengkapan penunjang lainnya yang dianggap dapat dibeli secara terpisah dengan harga lebih terjangkau. Mereka berharap diberi keleluasaan untuk menentukan kebutuhan tanpa harus mengambil paket lengkap.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala MAN 1 Bengkulu, Hendri Kuswiran, menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah mewajibkan siswa baru membeli seragam maupun perlengkapan sekolah di tempat tertentu.

“Kami tidak mewajibkan siswa baru membeli di satu tempat. Siswa bebas membeli seragam sekolah di mana saja. Jika memiliki seragam yang masih layak pakai dari saudara atau kerabat, juga boleh digunakan,” tegas Hendri.

Ia menjelaskan, sekolah memberikan kebebasan kepada orang tua untuk memenuhi kebutuhan seragam sesuai kemampuan masing-masing. Bahkan, bagi keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi, sekolah membuka peluang mendapatkan bantuan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu.

Pernyataan Kepala MAN 1 Bengkulu tersebut sekaligus membantah anggapan adanya kewajiban maupun penggiringan pembelian paket seragam tertentu bagi siswa baru. Pihak sekolah menegaskan bahwa keputusan pembelian sepenuhnya berada di tangan orang tua dan siswa sesuai kebutuhan serta kemampuan ekonomi masing-masing.

Pewarta : Mimi Rattu (F.A)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *