https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Mafindo Bengkulu Edukasi 70 Lansia, Ajarkan Cara Kenali Hoaks dan Penipuan Digital

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

BENGKULU  – Kompassindonesianews.com Sebanyak 70 lanjut usia (lansia) mengikuti pertemuan ke-9 Sekolah Lansia Merah Putih di Gedung PNPM Pepabri, Kelurahan Lingkar Barat, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu bersama Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Bengkulu untuk meningkatkan literasi digital dan membentengi lansia dari ancaman hoaks serta kejahatan siber.

Kegiatan yang dihadiri jajaran DP3AP2KB Kota Bengkulu tersebut bertujuan membekali para lansia agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak, aman, dan produktif di tengah pesatnya perkembangan informasi.

Dalam sesi bertajuk **”Lansia Melek Digital, Aman dan Bahagia”**, Koordinator Wilayah Mafindo Bengkulu, Fonika Thoyib, S.Sos., M.I.Kom., menjelaskan bahwa telepon pintar memiliki banyak manfaat bagi kalangan lansia. Selain mempermudah komunikasi dengan keluarga melalui panggilan video, gawai juga dapat dimanfaatkan untuk mengakses informasi kesehatan, mengikuti kegiatan keagamaan, hingga sebagai sarana hiburan.

Namun, ia mengingatkan para peserta agar tetap berhati-hati terhadap berbagai ancaman di ruang digital, seperti penipuan daring, penyebaran hoaks, disinformasi, serta pencurian data pribadi.

*”Handphone saat ini memiliki banyak manfaat bagi lansia, mulai dari sarana silaturahmi melalui video call dengan keluarga, mengakses informasi kesehatan, hingga sarana ibadah dan hiburan. Namun demikian, lansia juga perlu waspada terhadap risiko dunia digital seperti penipuan, berita bohong, dan kehilangan data pribadi,”* ujar Fonika.

Materi yang diberikan mendapat apresiasi dari para peserta. Salah seorang perwakilan lansia mengatakan pembekalan tersebut sangat bermanfaat mengingat maraknya berbagai modus penipuan yang menyasar masyarakat melalui telepon seluler.

*”Materi yang kami terima hari ini sangat penting bagi seluruh lansia agar lebih memahami dunia digital dan mampu mengantisipasi berbagai bentuk penipuan yang kini banyak dilakukan melalui handphone,”* ujarnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan tidak hanya oleh peserta yang hadir, tetapi juga disebarluaskan kepada lansia lainnya sehingga semakin banyak masyarakat yang terhindar dari kejahatan digital.

Pada sesi berikutnya, Relawan Mafindo Bengkulu, Rafinita Aditia, M.I.Kom., memberikan pelatihan praktik mengenali ciri-ciri hoaks. Peserta diajarkan mengenali berita dengan judul provokatif, ajakan untuk segera menyebarkan informasi, tidak adanya sumber resmi, hingga penggunaan foto lama yang dipakai kembali untuk menyesatkan publik.

Selain itu, para lansia juga diperkenalkan cara memverifikasi informasi melalui situs pemeriksa fakta serta memanfaatkan layanan pengaduan resmi. Mereka juga mempraktikkan penggunaan aplikasi WhatsApp untuk melakukan panggilan video, mengirim pesan suara, hingga mencari panduan senam lansia melalui YouTube.

Agar suasana tetap hidup dan menyenangkan, kegiatan diselingi dengan permainan edukatif bertajuk **”Gerak dan Perintah Digital”** yang mengajak peserta mengenal fungsi-fungsi gawai melalui gerakan sederhana.

Menutup kegiatan, seluruh peserta mendeklarasikan komitmen untuk menjadi lansia yang cerdas bermedia digital dengan memegang tiga prinsip utama, yaitu melihat terlebih dahulu sebelum percaya, bertanya sebelum membagikan informasi, serta selalu waspada terhadap informasi yang sengaja memancing rasa takut atau kepanikan.

Melalui kegiatan ini, DP3AP2KB Kota Bengkulu dan Mafindo Bengkulu berharap lahir lebih banyak **Lansia Tangguh Digital** yang mampu memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran hoaks di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Pewarta: Mimi (F.A)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *