Sleman — KompassIndonesianews.com, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut baik kerjasama dengan Danantara dalam rangka penyediaan sampah dan lahan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Kabupaten Sleman. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Selasa 11 Januari 2026.
Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Bupati Sleman disaksikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Director of Investments Danantara Investment Management (DIM), Fadli Rahman.

Kerjasama ini menjadi langkah strategis antara Danantara dengan Pemda DIY dan Pemkab Sleman dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan sekaligus mendukung pemanfaatan sampah sebagai sumber energi berbasis teknologi ramah lingkungan. Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ini akan mengolah sekitar 1000 ton sampah per hari menjadi listrik. Investasi yang disiapkan dalam proyek tersebut mencapai Rp 3 triliun.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasinya atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan salah satu solusi konkret untuk menjawab persoalan persampahan yang dihadapi Kabupaten Sleman mengingat bertambahnya produksi sampah serta kapasitas TPST Tamanmartani yang terbatas.
“Saya mewakili Pemkab Sleman menyambut baik kerja sama ini. Persoalan sampah membutuhkan penanganan yang serius dan berkelanjutan. Dengan adanya pengolahan sampah menjadi energi listrik, kami berharap sampah tidak hanya menjadi persoalan, tetapi juga dapat memberikan manfaat dan nilai tambah,” ujar Harda.
Harda menambahkan, Pemkab Sleman akan terus mendukung proyek ini dengan menyediakan pasokan sampah yang akan diolah menjadi energi listrik. Kerjasama dengan Danantara ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam menghadirkan infrastruktur pengelolaan sampah yang modern, efektif, dan berwawasan lingkungan.
“Pemerintah Kabupaten Sleman tentu akan mendukung proses kerja sama ini agar dapat berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Harapannya, investasi ini dapat segera diwujudkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Harda
Director of Investments Danantara Investment Management (DIM) Fadli Rahman menyampaikan proyek pembangunan fasilitas PSEL DIY saat ini memasuki tahap persiapan konstruksi berupa kajian lingkungan, desain teknik, dan pematangan lahan. Pembangunannya sendiri akan dilaksanakn mulai Januari 2027 dan ditargetkan selesai akhir tahun 2028 di Kawasan Piyungan.
(Joni)














