https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Undang Puluhan Alumni UGM, RSA UGM Selenggarakan Baca Puisi Mengkritik Itu Boleh Dengan Santun

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada menggelar kegiatan sastra bertajuk,” Panggung Puisi untuk Negeri ” yang diselenggarakan di halaman Joglo Kumbokarno lingkungan RSA UGM, pada Minggu 16 Agustus 2026. Acara pembacaan puisi ini pihak RSA UGM berkolaborasi dengan Kagama Poetry Reading FIB UGM.

” Pembacaan puisi disemarakkan lebih dari 40 alumni UGM yang memiliki passion menulis puisi, karya puisi yang dibacakan ditulis di tengah kesibukan pekerjaan mereka di berbagai sektor.

” Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama RSA UGM, Dr.dr. Darwito, S.H.,SpB, Subsp, Onk (K), mengatakan kegiatan sastra ini sebagai edukasi ke masyarakat khususnya generasi saat ini.

Dengan menggelar kegiatan sastra, kita memberi pelajaran melalui pembacaan puisi. Dengan puisi, orang kalau mengkritik dengan santun tidak dengan kata – kata vulgar yang tidak enak didenggar,” katanya saat beri keterangan kepada awak media.

” Lanjutnya, mempromosikan boleh mengkritik dengan rasa seperti sastra. Sastra bentuk mimbar kebebasan,” tambah Darwito.

Dikatakannya, dalam negara demokrasi, kritik itu diperlukan. Namun, kritik orang Timur itu kritik yang santun. Kritik itu perlu di negeri ini, semakin banyak tantangannya yang semakin tidak menentu,” tutupnya.

” Sementara itu, Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, MHum, Kepala Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas IImu Budaya Universitas Gadjah Mada, menyebut melalui deret – deret kata pembacaan puisi ini ingin menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Ia menerangkan, puisi karya yang paling ekspresif dan estetik media yang paling tepat untuk mengekspresikan sesuatu dengan bahasa singkat yang indah.

Novi, menambahkan puisi itu bahasa nurani yang jujur untuk mengatakan sesuatu dengan estetik, kita bisa jujur menyampaikan apa saja dengan bahasa yang indah,” ucapnya lagi.

Ke depan, puisi – puisi yang terkumpul rencananya akan dibukukan dalam antologi puisi,” bebernya.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *