https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Elang Tiga Hambalang Soroti 21 Bulan Pemerintahan Prabowo–Gibran: Capaian Harus Benar-Benar Dirasakan Rakyat

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

HAMBALANG, komppasindonesianews.com — Dewan Pimpinan Nasional Perkumpulan Elang Tiga Hambalang (ETH) memberikan pandangan terhadap arah kebijakan utama dan berbagai capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah kurang lebih 21 bulan menjalankan pemerintahan.

Ketua Umum Elang Tiga Hambalang, H. SAFRIZAL, menilai pemerintah telah menunjukkan keberanian dalam menjalankan sejumlah kebijakan strategis dan melakukan perubahan pada berbagai sektor. Namun, menurutnya, keberhasilan pemerintahan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya program, anggaran maupun capaian statistik.

Ukuran terpenting adalah sejauh mana kebijakan tersebut benar-benar memberikan manfaat dan perubahan kehidupan bagi masyarakat.

«“Kami melihat ada semangat perubahan yang kuat dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Berbagai kebijakan strategis mulai dijalankan, terutama menyangkut ketahanan pangan, pembangunan sumber daya manusia, investasi, hilirisasi, industrialisasi dan kemandirian ekonomi nasional. Arah besar ini patut kita apresiasi, tetapi pada akhirnya rakyatlah yang harus menjadi penerima manfaat terbesar,” ujar H. SAFRIZAL.»

KETAHANAN PANGAN HARUS MENJADI KEKUATAN NASIONAL

Menurut H. SAFRIZAL, kebijakan pemerintah yang memberikan perhatian besar terhadap ketahanan dan swasembada pangan merupakan langkah penting bagi masa depan Indonesia.

Sebagai negara dengan sumber daya alam dan wilayah pertanian yang luas, Indonesia harus mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku sektor pangan.

“Petani, nelayan, peternak dan masyarakat desa jangan hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan. Mereka harus menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi nasional. Kalau produksi meningkat tetapi petani tidak sejahtera, berarti masih ada pekerjaan yang harus kita selesaikan,” tegas H. SAFRIZAL.

ETH berpandangan pembangunan sektor pangan harus diikuti dengan kepastian pupuk, bibit, sarana produksi, akses pembiayaan, perlindungan harga serta kepastian pasar bagi hasil produksi masyarakat.

INVESTASI HARUS MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA

Elang Tiga Hambalang juga menyoroti kebijakan pemerintah dalam mendorong investasi, hilirisasi dan industrialisasi.

Menurut ETH, peningkatan investasi harus memberikan efek langsung terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat.

H. SAFRIZAL menegaskan bahwa investasi tidak boleh hanya menghasilkan angka besar di atas kertas.

“Setiap investasi yang masuk harus memberikan nilai tambah kepada Indonesia. Harus membuka lapangan pekerjaan, memberikan ruang kepada pengusaha nasional dan daerah, melibatkan UMKM serta menghasilkan transfer teknologi dan peningkatan kemampuan tenaga kerja Indonesia,” katanya.

PROGRAM RAKYAT HARUS DIJAGA DARI KEBOCORAN

ETH juga memberikan perhatian terhadap berbagai program pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi masyarakat, pembangunan infrastruktur serta perlindungan sosial.

Menurut H. SAFRIZAL, program berskala nasional membutuhkan sistem pengawasan yang kuat karena menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar.

“Anggaran negara adalah uang rakyat. Karena itu setiap rupiah harus dapat dipertanggungjawabkan. Jangan memberikan ruang kepada siapa pun untuk mengambil keuntungan pribadi dari program yang seharusnya diperuntukkan bagi rakyat,” tegasnya.

ETH mendukung penguatan pengawasan, transparansi dan akuntabilitas terhadap program-program strategis pemerintah agar manfaatnya sampai kepada masyarakat yang menjadi sasaran.

SEKJEN ETH: JANGAN TERJEBAK PADA EUFORIA ANGKA

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Elang Tiga Hambalang menilai capaian pemerintahan selama kurang lebih 21 bulan harus dilihat secara objektif, rasional dan konstruktif.

Menurutnya, indikator pertumbuhan ekonomi, investasi dan pembangunan harus diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan yang nyata.

«“Pertumbuhan ekonomi dan investasi memang penting. Tetapi masyarakat mempunyai ukuran yang jauh lebih sederhana: apakah mencari pekerjaan semakin mudah, apakah harga kebutuhan pokok terjangkau, apakah daya beli meningkat, apakah petani memperoleh harga yang layak, dan apakah UMKM serta pengusaha lokal semakin berkembang.”»

Sekjen ETH menegaskan bahwa organisasi masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk mendukung kebijakan yang baik sekaligus memberikan kritik terhadap kebijakan yang masih membutuhkan perbaikan.

“Mendukung pemerintah bukan berarti harus kehilangan sikap kritis. Justru dukungan yang sehat adalah dukungan yang berani menyampaikan kenyataan di tengah masyarakat. Yang baik kita apresiasi, yang belum maksimal kita berikan masukan, dan apabila terdapat penyimpangan harus berani kita ingatkan,” tegasnya.

PEMBANGUNAN JANGAN BERHENTI DI JAKARTA

Elang Tiga Hambalang menilai salah satu tantangan terbesar pemerintah adalah memastikan kebijakan nasional benar-benar menjangkau masyarakat sampai tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa.

Menurut H. SAFRIZAL, pembangunan tidak boleh hanya terlihat dari proyek-proyek besar dan indikator ekonomi nasional.

“Keberhasilan pembangunan harus bisa dilihat dari kehidupan rakyat. Lihat petaninya, lihat buruhnya, lihat nelayannya, lihat pedagang kecilnya, lihat anak-anak sekolahnya dan lihat kondisi masyarakat di desa. Di situlah keberhasilan pemerintah sesungguhnya diuji,” ujar H. SAFRIZAL.

H. SAFRIZAL: KEBIJAKAN BESAR HARUS TURUN MENJADI KENYATAAN

Ketua Umum ETH tersebut menilai Presiden Prabowo Subianto telah membawa agenda besar mengenai kemandirian bangsa, ketahanan pangan, pembangunan sumber daya manusia serta penguatan ekonomi nasional.

Tahap berikutnya, menurutnya, adalah memastikan agenda besar tersebut dilaksanakan secara konsisten dan dikawal hingga tingkat paling bawah.

“Jangan sampai keberhasilan hanya terdengar di podium dan terlihat dalam laporan. Keberhasilan itu harus terlihat di sawah, pasar, sekolah, puskesmas, kawasan industri, tempat kerja, sentra UMKM dan rumah-rumah rakyat Indonesia,” kata H. SAFRIZAL.

ELANG TIGA HAMBALANG SIAP MENJADI MITRA STRATEGIS DAN KRITIS PEMERINTAH

Menghadapi perjalanan pemerintahan selanjutnya, Elang Tiga Hambalang menyatakan akan terus mengambil bagian dalam mengawal berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

ETH menyatakan siap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah dengan mendukung program yang berpihak kepada rakyat serta memberikan masukan apabila terdapat kebijakan yang dinilai perlu diperbaiki.

H. SAFRIZAL menegaskan bahwa masyarakat sipil dan organisasi kemasyarakatan mempunyai peranan penting dalam menjaga agar pembangunan tetap berada pada kepentingan nasional.

«“Elang Tiga Hambalang tidak ingin sekadar menjadi penonton pembangunan. Kami ingin ikut mengawal agar cita-cita besar membangun Indonesia yang kuat, mandiri, berdaulat dan sejahtera benar-benar diwujudkan dan dirasakan seluruh rakyat Indonesia.”»

H. SAFRIZAL menutup pandangannya dengan menegaskan bahwa 21 bulan pemerintahan harus menjadi momentum evaluasi sekaligus pijakan untuk mempercepat berbagai program yang telah menunjukkan hasil positif.

“Kami memberikan apresiasi terhadap capaian yang sudah dihasilkan. Tetapi perjalanan masih panjang. Rakyat menunggu hasil yang semakin nyata. Yang sudah baik harus dilanjutkan dan diperkuat, yang belum maksimal harus diperbaiki, dan kepentingan rakyat harus selalu ditempatkan di atas kepentingan apa pun.”

Dewan Pimpinan Nasional
PERKUMPULAN ELANG TIGA HAMBALANG
Hambalang, Kabupaten Bogor
18 Agustus 2026

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *