https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Solidaritas Polda Gorontalo Gelar Doa Lintas Agama Untuk Korban Gempa NTT: Kepedulian, Dan Donasi Sukarela

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Gorontalo, kompasindonesianews.com — Kapolda Gorontalo Irjen Pol Drs. Widodo S.H.,M.H pimpin Apel pagi gabungan di rangkaikan dengan Doa lintas agama untuk korban yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam situasi bencana, kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga dengan menunjukkan kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

‎Pada kesempatan tersebut turut hadir Wakapolda Gorontalo, Pejabat Utama, Seluruh Personel Polda Gorontalo, dan perwakilan masing-masing agama.

‎“Anggota Polri harus hadir, tidak hanya ketika masyarakat membutuhkan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat sedang mengalami musibah,” ujarnya.

‎Kapolda juga menyampaikan Doa juga dipanjatkan bagi jajaran Polda NTT agar senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan perlindungan dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana.

‎Selain doa, seluruh anggota Polda Gorontalo juga diajak berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan melalui donasi secara sukarela. Donasi tersebut tidak bersifat wajib dan tidak ditentukan nominalnya. Seluruh bantuan yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui Polda NTT dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

‎Ajakan tersebut menjadi bentuk nyata solidaritas keluarga besar Polda Gorontalo di tengah situasi bencana yang membutuhkan kepedulian dan kebersamaan dari semua pihak.

‎Gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus lalu. Hingga 17 Agustus pukul 11.00, BMKG mencatat sebanyak 1.624 gempa susulan, termasuk 23 kejadian dengan kekuatan di bawah 5 Skala Richter. Sementara itu, BNPB melaporkan sebanyak 68 korban jiwa telah teridentifikasi.

‎Dalam kesempatan tersebut, seluruh personel juga diajak untuk tidak berhenti pada rasa prihatin, tetapi mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang sedang membutuhkan.

‎Doa pun dipanjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, agar masyarakat NTT diberikan perlindungan dan kekuatan.

‎“Ya Allah, Ya Tuhan kami, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Saat ini kami mengangkat tangan dan hati memohon rahmat-Mu untuk saudara-saudara kami di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang baru saja diguncang gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter,” ujar Kapolda.

‎Ya Allah, Ya Tuhan kami Yang Maha Pelindung, lindungilah mereka dari bahaya yang masih ada. Hentikanlah guncangan, hindarkan tsunami, longsor, dan kerusakan yang lebih parah. Kembalikanlah ketenangan di tanah mereka.

‎Ya Allah, Ya Tuhan kami Yang Maha Mengasihi, berikanlah kesabaran yang tak terhingga bagi keluarga yang ditinggalkan, bagi mereka yang kehilangan rumah, harta, dan tempat berlindung. Angkatlah derajat para korban yang telah berpulang, tempatkan mereka di surga-Mu yang luas, dan peliharalah keluarga yang ditinggalkan.

‎Di akhir kalimat dirinya menuturtkan bahwasanya momentum ini menjadi pengingat bahwa solidaritas, doa, dan kepedulian adalah bagian penting dari kehadiran Polri di tengah masyarakat. Di saat masyarakat menghadapi bencana, Polri hadir untuk bersama-sama membantu, menguatkan, dan meringankan beban para korban serta penyintas.

Rudolf

Narasumber Kabid Humas Polda Jatim

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *