https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Peduli Gempa NTT, Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada Kirim Tim Tenaga Medis dan Obat – Obatan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) mengirim Tim Tanggap Bencana untuk merespons dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain mengirimkan tim medis, RSA UGM juga menyerahkan bantuan obat – obatan,” kata Direktur Utama RSA UGM, Dr.dr. Darwito, saat beri keterangan kepada awak media di Kantornya, Rabu 19 Agustus 2026.

Darwito, juga menjelaskan tim medis nantinya akan memberikan pelayanan medis, tetapi juga melakukan asesmen terhadap kebutuhan masyarakat terdampak.

” Pengiriman tim ini merupakan bagian dari respons RSA UGM, bersama Academic Health System UGM, AHS UGM dan jejaring kesehatan untuk mendukung penanganan bencana di wilayah terdampak. Tim akan menjalankan misi mulai tanggal 19 hingga 30 Agustus 2026 dengan fokus pada asesmen kebutuhan dan penguatan pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah di NTT,” terangnya.

Ia menambahkan, tim medis dari Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada terdiri atas satu orang dokter yaitu, dr. Rizki Fitria Febrianti, beliau adalah dokter umum, Andhika Robbi Nugraha, S. Kep.Ns, perawat, dan Agus Damar Septiaji, S.Tr. Kep. Ners, perawat.

” Lebih lanjut, Direktur Utama RSA UGM menambahkan tim medis ini menjadi pemberangkatan tim medis yang kedua setelah RSUP Sardjito. Tim medis ini akan ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah Bajawa Ngada, sebanyak tiga orang sesuai permintaan pemerintah daerah sana satu dokter umum dan dua orang perawat mahir. Harapannya, akan mampu memberikan bantuan pelayanan untuk para korban,” tuturnya lagi.

” Dalam misi kemanusiaan ini, kami juga berkolaborasi dengan pemerintah di sana. Kalau masih kurang, kami siap mengirimkan dokter spesialis atau psikolog,” imbuhnya.

Sementara itu, dokter umum RSA UGM, dr. Rizki Fitria Febrianti, menambahkan asesmen dilakukan untuk mengetahui kebutuhan prioritas di lapangan, baik berupa dukungan logistik maupun pelayanan medis.

Jadi kami akan jadi tim pertama yang berangkat ke NTT, nanti sasaran kami di Kabupaten Ngada. Kemudian di sana kami akan melakukan rapid health assessment, karena kami tim awal yang berangkat. Jadi kami mau asesmen dulu kebutuhan – kebutuhan apa yang akan diperlukan di sana, apakah lebih ke logistik atau ke tim medis,” paparnya.

” Selain melakukan asesmen, tim medis juga akan menjalankan fungsi sebagai Emergency Medical Team (EMT) untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Tambah dr. Rizki, kondisi pasca gempa, memiliki sejumlah risiko kesehatan yang perlu menjadi perhatian khusus, seperti kasus trauma dan luka. Terlebih adanya informasi mengenai fasilitas kesehatan yang turut terdampak membuat penilaian ulang terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan menjadi penting.

Kalau di sana kan kasusnya saat ini gempa, jadi kalau gempa itu banyaknya kasus trauma dan luka perawatan luka di sana juga dibutuhkan. Kemudian karena beberapa rumah sakit juga diinfokan collapse, jadi nanti kita tetap ada rapid health assessment awal. Jadi disana nanti kita asesmen ulang,” ungkapnya.

Hasil asesmen tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan masyarakat dan kapasitas pelayanan kesehatan yang tersedia, informasi tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dengan FK-KMK UGM dan pihak – pihak terkait sebagai dasar untuk menentukan bentuk respons dan dukungan berikutnya,” pungkasnya.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *