https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Vakum Tiga Tahun Lebih, Lomba Louhan Club Indonesia Kembali Digelar

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Setelah vakum kurang lebih tiga tahun akibat pandemi Covid-19, komunitas pengobi ikan louhan kembali di digelar bertempat di Dusun Karakan, Kalurahan Sidomoyo, Kapanewon/Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman pada Minggu 30 Agustus 2026.

Hikari Bima Cup Seri 1 merupakan hasil sinergi Louhan Clup Indonesia (LCI) Chapter Jogjakarta bersama Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

” Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan ekonomi kreatif, sekaligus menggairahkan kembali ekosistem ikan hias di Kabupaten Sleman.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Liem Astuti, saat menghadiri lomba ikan hias tersebut.

” Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan silaturahmi bagi penghobi ikan hias,” jelasnya.

Lanjutnya, dengan adanya kontes ini harapannya bagi masyarakat yang belum mengetahui bagaimana pengelolaan ikan hias khususnya louhan ini. Jadi dengan adanya lomba ini, mereka akan jadi tau cara membudidayakan secara baik dan benar,” tambahnya lagi.

Menurutnya, kontes juga menjadi forum bagi komunitas untuk saling berkomunikasi dan berbagi ilmu. Di sisi lain, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkenalkan potensi ikan hias Kabupaten Sleman kepada masyarakat yang lebih luas.

” Tambah Liem, Kabupaten Sleman ini memiliki potensi yang tinggi untuk pengembangan ikan hias. Banyak tokoh dan pelaku ikan hias yang ada di Kabupaten Sleman.

Kadis P3 menambahkan Pemkab Sleman berkomitmen mengembangkan berbagai potensi perikanan, termasuk ikan hias. Kolaborasi antar komunitas dan pelaku usaha dinilai penting agar sektor tersebut semakin maju.

Kami tetap menjaga semua potensi yang ada, masing – masing punya komunitas, masing – masing punya arah, yang harapanya tetap kita kembangkan bersama – sama,” tutup Liem.

” Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Heri Sulistyo Hermawan, yang turut hadir mengatakan kontes ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali aktivitas penghobi ikan hias louhan yang sempat surut selama pandemi.

” Sudah tiga tahun ini vakum saat adanya Covid-19, penghobi ikan – ikan ini memang agak surut,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan seperti kontes ini penting untuk membangkitkan kembali minat masyarakat sekaligus menggairahkan pasar ikan hias. Heri berharap event serupa dapat digelar secara rutin, tidak hanya sekali dalam setahun.

Kalau kita melihat prospek pasarnya terbuka luas.

Ia juga mendorong peningkatkan kualitas breeder lokal agar ikan louhan hasil budidaya Yogyakarta, mampu menjangkau pasar lebih luas.

” Di Jogja juga ada beberapa breeder yang sudah ahli dan biasa melakukan pembenihan, inilah yang harus kita upayakan lagi agar kualitas – kualitasnya bisa menjadi lebih bagus.

Rangkaian Hikari Bima Cup Seri 1(Pandawa Series) resmi berakhir pada Minggu (30/8/2026) malam. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum awal untuk memperkuat komunitas, mendorong kualitas budidaya, sekaligus mengembangkan ikan hias sebagai bagian dari ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman.

Kadis berharap pengembangan ikan louhan ke depan tidak berhenti sebagai hobi, tetapi mampu berkembang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Kami berharap bahwa kegiatan budidaya ikan hias utamanya louhan ini, bisa menjadi sumber kehidupan masyarakat kita,” kata Heri.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *