https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kombes Mochammad Hasan sebagai pejabat yang dekat dengan anak muda sekaligus memiliki prestasi di lintasan.

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

REJANG LEBONGKompassindonesianews.com Deru mesin dan aksi saling salip ratusan pembalap mewarnai Sirkuit Nonpermanen Terminal Simpang Nangka, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu-Minggu, 12-13 September 2026.

Namun, ada satu sosok yang mencuri perhatian. Di antara para pembalap yang berlaga dalam **M Zhafran Mobilindo X Eko Cell Open Road Race Championship 2026**, tampak Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bengkulu **Kombes Pol Mochammad Hasan, S.I.K., M.H.**, yang tak hanya hadir sebagai pejabat kepolisian, tetapi ikut turun langsung memacu sepeda motor di lintasan.

Keikutsertaan Hasan bukan sekadar menjadi pelengkap dalam sebuah kejuaraan. Ia bahkan berhasil mengamankan **dua podium, yakni posisi kedua dan ketiga**, dalam kelas yang diikutinya.

Bagi Hasan, turun di lintasan balap bukanlah sesuatu yang baru. Kecintaannya terhadap olahraga otomotif telah tumbuh sejak masih remaja. Hobi tersebut sempat ditinggalkan ketika dirinya mulai menjalani tugas sebagai anggota Polri, sebelum akhirnya kembali ditekuni.

“Dari dulu memang sudah suka balap. Waktu masuk polisi sempat tidak aktif, kemudian saya kembali menekuninya,” ujar Hasan, Sabtu (12/9/2026).

Ia mengaku telah beberapa kali mengikuti perlombaan di luar daerah. Sementara kejuaraan di Rejang Lebong menjadi pengalaman pertamanya mengikuti road race di wilayah Provinsi Bengkulu.

“Saya sudah beberapa kali ikut perlombaan di luar daerah. Untuk di Bengkulu sendiri, ini pertama kalinya saya ikut, dan syukur bisa meraih podium kedua dan ketiga,” katanya.

### Bukan Sekadar Hobi

Di balik keputusannya kembali turun ke lintasan, Hasan membawa pesan yang lebih luas. Sebagai Dirlantas Polda Bengkulu, ia melihat olahraga otomotif dapat menjadi salah satu ruang positif untuk mengarahkan minat dan bakat generasi muda.

Menurut Hasan, anak-anak muda yang memiliki ketertarikan terhadap sepeda motor dan olahraga balap membutuhkan tempat untuk berlatih serta berkompetisi secara resmi, aman, dan terukur.

“Ini membawa misi bagaimana cara menekan angka balap liar yang terjadi di Provinsi Bengkulu. Arena balap resmi jadi alternatif bagi remaja yang selama ini menggunakan jalan umum untuk menyalurkan hobinya,” kata Hasan.

Pandangan tersebut juga sejalan dengan upaya mendorong tersedianya fasilitas olahraga otomotif di daerah. Hasan menilai keberadaan lokasi latihan dan sirkuit tidak hanya penting untuk penyelenggaraan perlombaan, tetapi juga dapat menjadi sarana pembinaan pembalap muda.

“Kita harapkan semua kabupaten/kota memiliki lahan atau lokasi balap atau sirkuit, sehingga bisa tersalurkan bakat balapnya,” ujarnya.

### Dari Hobi Menjadi Ruang Pembinaan

Bagi Hasan, dunia balap memiliki potensi besar apabila dikelola melalui jalur yang tepat. Ketimbang menyalurkan kegemaran di jalan umum yang berisiko terhadap keselamatan, para penghobi sepeda motor diarahkan untuk mengikuti kompetisi resmi.

Ia bahkan menyatakan kesiapan untuk ikut mendorong pembinaan terhadap anak-anak muda yang serius menekuni olahraga tersebut.

“Kalau ada remaja yang memiliki niat untuk balap, tentu akan kita bina penuh. Pembalap yang dinilai memiliki kemampuan akan dipersiapkan mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk pada tingkat nasional,” tutur Hasan.

Karena itu, kehadirannya di lintasan bukan hanya menjadi kesempatan untuk kembali menekuni hobi lama, tetapi sekaligus membuka ruang komunikasi dengan komunitas otomotif dan melihat secara langsung potensi pembalap muda di daerah.

Hasan juga menyampaikan keinginannya untuk lebih sering hadir dalam kegiatan balap yang digelar di wilayah Bengkulu. Ia berharap kegiatan seperti itu dapat terus berkembang sehingga para penghobi otomotif memiliki ruang yang jelas untuk berkompetisi.

“Kita upayakan setiap bulan keliling, kalau ada event selalu turun, sehingga balap liar bisa tidak ada lagi,” ungkapnya.

### Rejang Lebong Jadi Panggung Besar Otomotif

Kejuaraan di Terminal Simpang Nangka sendiri berlangsung dengan antusiasme tinggi. Berdasarkan data Media Center Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, ajang tersebut diikuti **414 starter dan 194 peserta** yang berlaga dalam **25 kelas**.

Peserta tidak hanya berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Bengkulu, tetapi juga datang dari sejumlah daerah di luar provinsi, seperti Jambi, Lampung, Palembang hingga Jawa Barat.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa olahraga balap motor memiliki basis peminat yang cukup besar dan dapat menjadi salah satu ruang kompetisi bagi talenta-talenta muda di bidang otomotif.

Ketua IMI Provinsi Bengkulu Riqo Syahputra menyebut Sirkuit Nonpermanen Terminal Simpang Nangka sepanjang 2026 telah dua kali digunakan untuk penyelenggaraan road race. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin.

Tingginya antusiasme peserta dan penonton juga membuat Rejang Lebong semakin dikenal sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan olahraga otomotif di Provinsi Bengkulu.

Di tengah suasana kompetisi tersebut, kehadiran Kombes Pol Mochammad Hasan memberikan warna tersendiri. Seorang pejabat yang sehari-hari bertanggung jawab terhadap bidang lalu lintas memilih turun langsung ke lintasan, berkompetisi, sekaligus menyampaikan pesan bahwa kegemaran terhadap olahraga otomotif dapat diarahkan menjadi kegiatan yang positif dan berprestasi.

Bagi Hasan, lintasan balap bukan sekadar tempat mengejar podium. Lebih dari itu, arena resmi dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan hobi, prestasi, keselamatan, dan pembinaan generasi muda.

Dengan pendekatan tersebut, olahraga otomotif diharapkan tidak berhenti pada adrenalin dan persaingan di lintasan, tetapi berkembang menjadi ruang lahirnya pembalap-pembalap muda Bengkulu yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional.

Pewarta : Feronike(mimi)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *