https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Di Masjid Baitul Izzah, Helmi Hasan Serukan Doa dan Ikhtiar untuk Kebaikan Indonesia.

BENGKULU — Kompassindonesianews.Com Ribuan jamaah memadati Masjid Raya Baitul Izzah, Kota Bengkulu, Kamis (1/10/2026), dalam kegiatan doa bersama untuk bangsa yang digelar Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi kebaikan, keselamatan, serta keberkahan Indonesia dan dunia.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar spiritual masyarakat untuk memohon perlindungan dan kebaikan bagi bangsa.

Menurut Helmi, rangkaian kegiatan diawali dengan puasa sunnah Kamis, kemudian dilanjutkan buka puasa bersama setelah masuk waktu Magrib, salat berjamaah, salat sunnah, pengajian, hingga doa bersama.

“Acara doa akbar untuk kebaikan Indonesia begitu juga dunia, sebagai orang beriman, senjata orang beriman adalah doa,” kata Helmi di Bengkulu.

Ia mengatakan doa bersama menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk menumbuhkan rasa cinta, kepedulian, serta semangat saling mendoakan dan mendukung di tengah masyarakat.

“Maka dengan amalan-amalan dan doa bersama insyaallah Indonesia yang kita cintai ini Allah akan jaga, akan ditumbuhkan rasa cinta rasa sayang, saling doa, saling dukung,” ujarnya.

Helmi juga berharap doa dan amalan yang dilakukan bersama tersebut dapat membawa kebaikan bagi masyarakat Indonesia.

“Insyaallah kebaikan-kebaikan akan diturunkan dari langit dan dikeluarkan dari bumi,” katanya.

Doa dan Ikhtiar Menghadapi Potensi Bencana

Selain doa untuk bangsa, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari ajakan Pemprov Bengkulu untuk memperkuat ikhtiar masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Pemprov Bengkulu sebelumnya mengajak kepala daerah, organisasi Islam, tokoh agama, perempuan Muslim, pengurus rumah ibadah, serta masyarakat di seluruh wilayah Bengkulu untuk mengikuti doa bersama lintas agama secara serentak.

Kegiatan tersebut diarahkan sebagai ikhtiar spiritual agar Provinsi Bengkulu senantiasa diberikan keamanan, kedamaian dan perlindungan dari berbagai musibah.

Sekitar 2.000 Peserta Hadir

Kegiatan di Masjid Raya Baitul Izzah diikuti ribuan peserta dari berbagai unsur, antara lain aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, pelajar, santri, mahasiswa, organisasi masyarakat, tokoh agama dan masyarakat umum.

LPPOM MUI mencatat sekitar 2.000 peserta hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Selain doa bersama, acara juga menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat dalam memperkuat kolaborasi di bidang keagamaan dan jaminan produk halal.

Sekaligus Launching Wajib Halal Oktober

Momentum tersebut juga dirangkai dengan peluncuran Program Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 yang digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Program tersebut sebelumnya telah direncanakan diluncurkan di Bengkulu pada 1 Oktober 2026. MUI menyebut peluncuran di Bengkulu merupakan bagian dari persiapan menghadapi pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal.

Wakil Ketua MUI Pusat KH M. Cholil Nafis mengatakan peluncuran WHO di Bengkulu menjadi bagian dari persiapan menuju pemberlakuan kewajiban halal pada Oktober 2026.

“Ini launching di Bengkulu, untuk persiapan 18 Oktober wajib halal,” kata Cholil Nafis dalam kegiatan di Masjid Raya Baitul Izzah, Kamis (1/10/2026).

MUI sebelumnya menjelaskan bahwa kewajiban sertifikasi halal tersebut memiliki landasan antara lain Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. MUI juga menyatakan batas waktu pemberlakuan kewajiban halal pada Oktober 2026 perlu dipersiapkan oleh seluruh pihak, termasuk pelaku usaha.

Dorong UMKM Segera Bersiap

Peluncuran WHO di Bengkulu juga diarahkan untuk mendorong pelaku usaha, khususnya UMKM, agar segera mempersiapkan sertifikasi halal produk yang mereka pasarkan.

Pemerintah Provinsi Bengkulu sebelumnya menyatakan siap bersinergi dengan MUI dalam membantu penguatan ekosistem halal sekaligus memberikan manfaat bagi pelaku usaha di daerah.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, LPPOM Provinsi Bengkulu juga melakukan penyerahan sertifikat halal secara simbolis kepada lima pelaku usaha. Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperluas penerapan jaminan produk halal di daerah.

Dengan demikian, kegiatan di Masjid Raya Baitul Izzah tidak hanya menjadi ruang doa bersama untuk bangsa, tetapi juga mempertemukan agenda keagamaan, kesiapsiagaan masyarakat serta penguatan ekosistem produk halal di Provinsi Bengkulu.

Pemprov Bengkulu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi,” ujar Helmi.

Pewarta : Feronike(mimi)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *