Sleman – KompassIndonesianews.com, Bupati Sleman Harda Kiswaya meninjau tiga jembatan di wilayah Kapanewon Berbah yakni Jembatan Klodangan di Kalurahan Sendangtirto, Jembatan Demangan–Tangkisan di Kalurahan Kalitirto, serta Jembatan Kuton di Kalurahan Tegaltirto. Jumat 2 Oktober 2026.
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur sekaligus menindaklanjuti usulan pelebaran jembatan guna meningkatkan akses dan keselamatan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Harda didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman Sukarmin, S.T., M.T., anggota DPRD Kabupaten Sleman Wanto (Mbah Wanto), Panewu Berbah Djaka Sumarsono, AP., M.Si.*, serta Kapolsek Berbah AKP Fitrianto Heri Nugroho, S.H., M.H.
Turut mendampingi lurah Sendangtirto, lurah Kalitirto, lurah Tegaltirto, Kepala Jawatan Kemakmuran, Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Berbah, serta jajaran pemerintah wilayah setempat.
Di setiap lokasi, rombongan melihat kondisi fisik jembatan, akses jalan, dan lingkungan sekitarnya. Bupati bersama jajaran teknis juga berdiskusi mengenai kondisi eksisting dan kebutuhan penanganan pada masing-masing titik.
Peninjauan lapangan tersebut menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran faktual sebelum usulan pelebaran ditindaklanjuti melalui kajian teknis dan perencanaan. Sejumlah aspek menjadi pertimbangan, mulai dari kondisi konstruksi dan lebar jembatan hingga keselamatan pengguna jalan, konektivitas wilayah, serta manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Pelebaran ketiga jembatan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas akses sekaligus memberikan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan. Infrastruktur yang lebih memadai juga diharapkan memperlancar mobilitas warga, terutama pada jalur yang menjadi penghubung kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat.
Selain aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas, peningkatan infrastruktur diharapkan memberikan dampak terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Akses yang semakin baik dapat mendukung pergerakan warga serta distribusi barang dan jasa di Sendangtirto, Kalitirto, Tegaltirto, dan wilayah Berbah secara lebih luas.
Sementara itu, koordinasi mengenai kebutuhan pembangunan di Berbah sebelumnya turut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Kapanewon Berbah pada 22 September 2026. Forum tersebut mempertemukan unsur kapanewon, kepolisian, serta anggota DPRD untuk membahas sejumlah persoalan dan kebutuhan wilayah.
Usulan pelebaran Jembatan Klodangan, Jembatan Demangan–Tangkisan, dan Jembatan Kuton selanjutnya masih memerlukan tahapan kajian teknis, perencanaan, penentuan prioritas pembangunan, serta dukungan penganggaran sebelum dapat direalisasikan.
Peninjauan tiga lokasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari koordinasi antara pemerintah kabupaten, DPRD, kapanewon, kepolisian, dan pemerintah kalurahan dalam melihat langsung kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Jika dapat direalisasikan sesuai hasil kajian dan perencanaan, pelebaran ketiga jembatan diharapkan tidak hanya memperlancar akses, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat Kapanewon Berbah.
” Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Sukarmin, dibungi secara terpisahkan mengatakan kami kemaren ikut cek rencana lokasi usulan jembatan tersebut.
Jembatan yang diusulkan tersebut yaitu :
1.Klampok Sendangtirto.
2.Kuton Tegaltirto.
3.Demangan Kalitirto.
Semuanya itu rencananya menggunakan alokasi anggaran Danais 2027 dan ada beberapa lokasi yang sudah ada DED nya diantarnya:
1.Cibuk Ngernak Kalurahan Margoluwih
2.Kleben Sidoluhur
3.Sawahan Wedomartani.
” Tujuannya adalah guna lebih kepada peningkatan akses ekonomi dan memperpendek jarak, yang semula hanya bisa dilalui motor sejalur dan harus bergantian dan itu juga jalur yang padat.
Tambah Kadis, langkah kami akan membuat DED, kalau diperlukan pembebasan lahan akan diserahkan ke BKAD Kabupaten Sleman untuk tanah person, sedangkan untuk tanah TKD urusanya Dispertaru Kabupaten Sleman. Agar semuanya ini berjalan, kita akan bahu membahu untuk merealisasikannya,” tutup Kadis DPUPKP.
(Joni)















