https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Lantik Lima Lurah Pergantian Antar Waktu, Bupati Sleman Tegaskan Tidak Ada Lagi Kubu Pendukung yang Dapat Memecah Belah Kerukunan Masyarakat

SLEMAN — KompassIndonesianews.com, Pemerintah Kabupaten Sleman melaksanakan Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Lurah Hasil Pemilihan Lurah Antar Waktu (PAW) Kabupaten Sleman Tahun 2026, Kamis (8/10/2026), di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman. Prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya dan disaksikan oleh Wakil Bupati Danang Maharsa, jajaran Forkopimda dan tamu undangan.

Lima calon lurah terpilih hasil Pemilihan Lurah Antar Waktu dilantik untuk mengemban amanah di masing-masing kalurahan, yakni Kalurahan Caturtunggal, Sendangadi, Candibinangun, Maguwoharjo, dan Trihanggo. Sebelumnya, proses Musyawarah Kalurahan Pemilihan Lurah Antar Waktu di lima kalurahan tersebut telah dilaksanakan pada 27 September 2026 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman menyampaikan ucapan selamat kepada para lurah yang baru dilantik. Pelantikan ini menjadi momentum bagi para lurah untuk melanjutkan pengabdian sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

“Pelantikan hari ini bukanlah sekadar acara seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menyelenggarakan pemerintahan, melaksanakan pembangunan, serta memberdayakan masyarakat,” ujar Harda.

Bupati Sleman sekaligus menegaskan agar lurah terpilih dan masyarakat Sleman harus mengingat bahwa proses pemilihan telah berakhir. Untuk itu, Bupati mengarahkan agar tidak ada lagi kubu pendukung yang dapat memecahbelah kerukunan masyarakat.

“Saya ingin mengingatkan bahwa setelah proses pemilihan berakhir, maka berakhir pula perbedaan pilihan. Tidak ada lagi kelompok yang memilih dan kelompok yang tidak memilih. Saudara adalah Lurah bagi seluruh masyarakat kalurahan,” tambah Harda.

Maka dari itu, Harda Kiswaya mengajak agar Lurah terpilih dapat menjadi pemimpin yang mampu manjing ajur ajer, yakni menyatu dengan masyarakat, hadir di tengah-tengah rakyat, mendengarkan suara mereka dan turut merasakan persoalan serta kebutuhan masyarakat.

“Pemimpin itu di depan. Jangan menjadi pemimpin yang hanya hadir di ruang kantor, tetapi jadilah pemimpin yang hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tegasnya.

Dengan pengalaman yang dimiliki masing-masih lurah terpilih, Bupati Harda berharap roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat di masing-masing kalurahan dapat terus berjalan secara optimal. Amanah baru yang diemban para lurah juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah kalurahan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan yang semakin baik di Kabupaten Sleman.

“Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan dan integritas, sehingga kehadiran Pemerintah Kalurahan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

” Sementara itu, Lurah Trihanggo, Totok Jaka Suwarta, usai dilantik mengatakan kami akan meneruskan visi dan misi Lurah yang terdahulu. Kemudian program kerja kami adalah yang pertama adalah tentang penegakan integritas, karena itu modal dasar dari kami untuk memberikan jaminan dan perlindungan hukum bagi masyarakat.

Kemudian, administrasi nya juga kami akan lakukan digitalisasi layanan. Digitalisasi layanan ini sekarang sudah merupakan kewajiban, jadi pemerintah kalurahan mau tidak mau harus berbenah diri untuk melakukan pelayanan yang bisa online 24 jam. Dan kami juga berharap kepada masyarakat untuk menyesuaikan dengan teknologi, sehingga Kantor Kalurahan nanti kebelakang bentuknya hanya virtual saja, namun pelayanan bisa berjalan terus,” jelasnya.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *