https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

HORI ke-80 di Bengkulu, Kemenkeu Dorong UMKM Naik Kelas dan Perkuat Ekonomi Daerah

BENGKULU –  Kompassindonesiansws.Com Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Bengkulu menjadi tuan rumah peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-80 tingkat Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Bengkulu.

Peringatan HORI ke-80 tersebut digelar pada 30–31 Oktober 2026 di halaman Kanwil DJPb Bengkulu, Jalan Adam Malik KM 8, Kota Bengkulu. Salah satu kegiatan utama dalam rangkaian peringatan tersebut adalah Bazar UMKM binaan Kemenkeu Satu Bengkulu.

Kegiatan bazar dibuka langsung oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Zaid Burhan Ibrahim, yang baru mendapat amanah memimpin Kanwil DJPb Bengkulu menggantikan Muhammad Ivan Surya Wardana yang mendapat penugasan baru sebagai Direktur Keuangan di Badan Pengelola Dana Perkebunan.

Kunjungan Zaid Burhan Ibrahim kepada Gubernur Bengkulu pada 2 Oktober 2026 menjadi salah satu agenda perdananya setelah resmi menjalankan tugas sebagai Kepala Kanwil DJPb Bengkulu.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkulu, Nazwar, SH, MM, bersama jajaran pejabat Kemenkeu Satu Bengkulu lainnya, di antaranya KPKNL Bengkulu, KPP Pratama, KPPN, serta BDS Kemenkeu.

Dalam sambutannya, Zaid mengatakan peringatan HORI ke-80 tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi sarana untuk memperkuat peran Kementerian Keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kemenkeu Satu, Ekonomi Berdaya. Lewat Bazar UMKM ini, kita ingin menunjukkan bahwa APBN hadir untuk rakyat. Penyaluran KUR di Bengkulu sudah tembus Rp3,05 triliun per September 2026, dan UMKM adalah penerima manfaat terbesar. Bazar ini adalah etalase bahwa UMKM Bengkulu mampu naik kelas,” ujar Zaid.

Ia menegaskan, Kanwil DJPb Bengkulu terus mencatat kinerja positif dalam penyaluran Dana Transfer dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurutnya, berbagai program tersebut perlu terus dikawal agar memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif di 11 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.

Bea Cukai Siap Bersinergi

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Bengkulu, Nazwar, SH, MM, mengapresiasi pelaksanaan Bazar UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian HORI ke-80.

Nazwar menegaskan Bea Cukai Bengkulu siap memperkuat sinergi bersama unit-unit Kemenkeu lainnya, khususnya dalam mendorong UMKM agar mampu mengembangkan pasar hingga ke tingkat ekspor.

“Kami dari Bea Cukai Bengkulu siap bersinergi. Tugas kami bukan hanya mengawasi, tapi juga memfasilitasi. Banyak UMKM binaan kami yang sudah siap ekspor, dan bazar ini menjadi ajang kurasi produk unggulan Bengkulu,” kata Nazwar.

Bazar UMKM HORI ke-80 tersebut menghadirkan lebih dari 25 tenant yang menawarkan berbagai produk unggulan daerah. Produk yang ditampilkan antara lain kuliner, kopi Bengkulu, batik Besurek, kerajinan tangan, hingga berbagai produk olahan UMKM.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut terbuka untuk masyarakat umum. Kehadiran para pelaku UMKM juga mendapat antusiasme dari ASN Kementerian Keuangan maupun masyarakat sekitar.

Melalui peringatan HORI ke-80 dengan tema “Kemenkeu Satu, Ekonomi Berdaya”, Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu berharap sinergi antarunit vertikal semakin kuat.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel, tetapi juga memastikan kebijakan dan program pemerintah, termasuk APBN, memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu.

Pewarta : Fer(mimi)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *