https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Wakapolres Bengkalis Pimpin Pemusnahan Barang Selundupan di TPA Bantan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

 

BENGKALISkompassindonesianews.com – Bertempat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalan Bantan, aparat gabungan Polres Bengkalis dan Bea Cukai memusnahkan ribuan karung bawang merah dan ratusan ban bekas asal Malaysia yang gagal diselundupkan ke wilayah Bengkalis. Kegiatan pemusnahan ini berlangsung pada Selasa (6/5/2025) dan dipimpin langsung oleh Wakapolres Bengkalis, Kompol Anton Rama Putra.

Dalam konferensi pers yang digelar di lokasi, Kompol Anton menegaskan bahwa pemusnahan ini adalah bentuk keseriusan aparat dalam memberantas peredaran barang ilegal. “Ini merupakan bukti nyata bahwa kita tidak main-main menghadapi penyelundupan. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas,” ujar Kompol Anton di hadapan awak media dan sejumlah pejabat instansi terkait.

Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 2.050 karung bawang merah, 200 ikat ban motor bekas, dan 18 ban mobil bekas. Seluruh barang selundupan tersebut ditimbun menggunakan alat berat sebagai langkah akhir setelah proses penyitaan.

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang melihat sebuah kapal tanpa nama kandas di perairan Pantai Sepahat. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan Polres dan Bea Cukai melakukan operasi cepat dan menemukan kapal sarat muatan ilegal.

Dua tim kami kerahkan satu ke laut, satu lagi ke darat. Selain kapal, kami juga berhasil amankan dua truk yang sudah lebih dulu mengangkut sebagian barang ke Dumai,jelas Kompol Anton.

Lima orang diamankan dalam kasus ini, terdiri dari seorang anak buah kapal, dua sopir, satu kernet, dan satu pembeli ban. Mereka dijerat dengan UU Karantina dan UU Perdagangan yang berlaku di Indonesia.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Bengkalis, Ariyadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menekan angka penyelundupan di wilayah perbatasan.

Pemusnahan ini menjadi pesan kuat bahwa kami tidak akan memberikan ruang bagi kegiatan ilegal yang merugikan negara,tegasnya.

Kegiatan berakhir dengan proses penimbunan barang menggunakan alat berat, disaksikan langsung oleh aparat, media, dan perwakilan instansi lainnya.

penulis Ardes

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *