https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Keresahan Penumpang Cukup Berdampak Tidak Nyaman, Diduga jejak Pelayanan Bus Bima Suci Kalideres – Merak Ditumpangi awak Media Menjadi sorotan Tajam

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Jakarta-Merak,
Kompassindonesianews.com, Minggu 22/03/2026
Ada nya sorotan liputan awak media didalam bus bima suci jurusan kalideres-merak terindikasi informasi keterangan publik dari kalangan penumpang bus ngenai tarif bus dan Ac-nya tidak berfungsi baik,lambat langkah nya dengan ngetem di pangkalan maupun di pinggir jalan diprediksi kurang lebih 25 menit atau 45 menit buat penumpang ngga nyaman menumpangi bus bima suci tersebut.

Respon tanggap awak media online saat didalam bus bima suci terhadap keterangan respon pihak penumpang bus tersebut yang tujuan nya serang dan Cilegon yang identitas tidak mau dipublikasikan yaitu dua orang seorang ibu bersama anak prempuan ingin mudik berlibur ke lokasi serang dan Cilegon bahwa pihak kernet bus bima suci saat di mintai keterangan terkait suedaran kenaikan tarif bus tersebut cukup memberatkan dikarenakan pihak pengelola bus bima suci tidak ada memberitahukan kepada masyarakat hnyalah kenaikan tarif dari pihak supir dan kernet dengan unsur pidana.

Kenaikan tarif bus tanpa edaran atau pemberitahuan resmi memiliki dampak sosial, ekonomi, dan hukum yang signifikan.

Kebijakan ini dianggap tidak transparan dan merugikan pengguna jasa, terutama ketika terjadi di momen krusial seperti arus mudik Lebaran.

Berikut adalah dampak kenaikan tarif bus tanpa pemberitahuan resmi:
Penyalahgunaan Wewenang dan Temuan Ombudsman: Ombudsman RI sering menemukan temuan bahwa kenaikan tarif sepihak, terutama di momen mudik, sebagai pelanggaran prosedur.

Hal ini memicu pemeriksaan terhadap perusahaan otobus (PO) dan operator terminal.

Keresahan dan Penurunan Kepercayaan Pengguna: Penumpang merasa dirugikan karena tidak adanya kepastian harga, yang menimbulkan kesalahpahaman dan ketidakpercayaan terhadap operator bus.

Beban Ekonomi Terutama pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah: Pekerja informal dan masyarakat berpenghasilan rendah adalah yang paling terdampak langsung, terutama jika kenaikan terjadi drastis (contoh: wacana kenaikan tarif Transjakarta).

Kenaikan Tarif Bisa Sangat Tinggi: Tanpa regulasi yang ketat dan transparansi, tarif bus seringkali naik tidak terkendali, bahkan dilaporkan bisa mencapai dua kali lipat dari harga normal, terutama pada momen arus mudik Lebaran.
Polemik di Tengah Kenaikan Harga BBM: Sopir dan operator bus sering terjebak dilema menaikkan tarif akibat kenaikan harga BBM.

Kenaikan sepihak tanpa edaran memperparah kondisi ini, memicu potensi protes dari penumpang.

Langkah Penanganan:
Ombudsman menyarankan agar setiap perubahan tarif memiliki prosedur formal yang disetujui pihak berwenang, diketahui pengawas terminal, serta adanya sistem pengaduan yang efektif.

Keterangan respon penumpang Dua orang perempuan bersama anak yang identitas tidak mau dipublikasi kan dan pernah tumpangi jurusan merak merk bima suci maupun Arimbi mengetahui harga tiket ongkos nya hny 40.000 rupiah jurusan kalideres ke merak,dan Jurusan kalideres ke Cilegon dan merak hnya lah Rp.35.000 rupiah.

Tidak ada pengawasan dari pihak pimpinan bus angkutan penumpang umum antar provinsi dan banyak nya oknum calo dengan berbagai titik yang hanya tugas nya ngecek jumlah penumpang dan jumlah dana terkumpul dari pihak kernet.

Sorotan keresahan publik dari kalangan penumpang pun tidak ada tanda karcis sebgai alat bukti pembayaran yang nyata dan juga pihak supir tidak mengenakan baju seragam bima suci dan tidak berindentitas lengkap dari sorotan liputan awak media dengan dinilai cukup tidak nyaman saat kendarai bus bima suci.

Tidak ada tindakan teguran dari pihak kepala terminal kalideres dan pihak kepala terminal merak terkait ada laporan informasi keresahan publik dari kalangan penumpang yang mengetahui harga tiket bus yang jurusan merak maupun wilayah Banten lainnya hanya pembiaran cukup tidak nyaman sorotan jejak pelayanan agen bus bima suci dan Bu Arimbi yang pernah ditayangkn pemberitaannya oleh liputan awak media online.

(Yolanda )

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *