Tangerang – KompassIndonesiaNews.com
Besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang tahun 2026 yang mencapai Rp8,62 triliun menuai sorotan tajam dari warga di wilayah Bukit Cikasungka, Kecamatan Solear.
Di tengah angka anggaran yang dinilai fantastis tersebut, kondisi jalan rusak di lingkungan mereka disebut masih belum tersentuh perbaikan.
Keluhan itu disampaikan Syafrudin, tokoh masyarakat sekaligus mantan Ketua PAC Partai Gelora Desa Cikasungka. Ia menilai pemerintah daerah belum menunjukkan pemerataan pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur jalan di wilayahnya.
Menurut Syafrudin, selama puluhan tahun warga hanya diminta bersabar tanpa adanya realisasi konkret. Ia menegaskan bahwa kebutuhan utama masyarakat sangat sederhana, yakni perbaikan jalan melalui betonisasi agar aktivitas warga tidak terganggu.
“Yang kami butuhkan bukan janji, tapi tindakan nyata. Jalan di lingkungan kami sudah lama rusak dan membahayakan,” ujarnya.
Ia juga menilai Bukit Cikasungka kerap terabaikan dalam perencanaan pembangunan daerah.
Padahal, lanjut Syafrudin, wilayah tersebut tetap berkontribusi sebagai bagian dari masyarakat yang taat membayar pajak dan berpartisipasi dalam proses demokrasi.
Lebih lanjut, kritik juga diarahkan kepada jajaran pemerintah daerah termasuk Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, dinas terkait serta anggota DPRD Kabupaten Tangerang. Syafrudin mempertanyakan komitmen para pemangku kebijakan dalam memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat.
Ia berharap pemerintah segera menjadikan perbaikan infrastruktur di Bukit Cikasungka sebagai prioritas, sejalan dengan semangat pembangunan yang digaungkan melalui slogan daerah.
“Kalau pembangunan disebut merata, maka seharusnya semua wilayah merasakan dampaknya. Kami hanya ingin akses jalan yang layak agar aktivitas masyarakat berjalan normal,” tegasnya.
Warga Bukit Cikasungka pun berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah dalam waktu dekat, sehingga kondisi jalan rusak yang telah berlangsung lama tidak lagi menjadi keluhan berulang.
Penulis : Rudi
Editor : Jemmy














