PP PTMSI Sah Berangkatkan Empat Atlet Dan Satu Pelatih Ke Sea Games 2023 Kamboja
https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Kompassindonesianews, Jakarta, -Setelah diputuskan dalam forum Tertinggi Camsoc, Kemenpora akhirnya berangkatkan Atlet Tenis Meja Ke Sea Games Kamboja.
Timnas tenis meja Indonesia melalui PP PTMSI akhirnya memberangkatkan empat empat atlet dan seorang pelatih ke SEA Games 2023 Kamboja.
Ketua PP PTMSi Oegroseno mengakui telah memberangkan 4 atlet dan 1 pelatih untuk perhelatan olahraga paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut.
“Ya, tadi pagi kami berangkatkan ke Kamboja, target kami dia medali emas,” kata Oegroseno kepada awak media di kantornya, Rabu (10/5/2023).
Ke empat atlet PP PTMSI yang telah mendapat surat keputusan (SK) KOI / INA NOC masing-masing Rafanael Nicola Niman, Hafidh Nuur Annafi, Novita Widarahman dan Siti Aminah. Mereka di dampingi seorang pelatih Agus Predi Pramono.
Oegroseno mengungkapkan, jelang keberangkatan ke Kamboja atlet tenis meja menuai banyak ke anehan. Hal ini tentunya membuat Federasi yang sah PP PTMSI bingung dan bertanya tanya.
Lanjut Oegroseno semula kita persiapkan Atlet melalui Final Review dengan Tim KSD KOI dan disepakati ditunjuk 3 atket putra dan 3 atlet putri serta 2 pelatih. Setelah dibuatkan Long List dan Entry by name, maka komposisi atlet berjumlah 3 orang Atlet putra dan 3 orang atlet putri, 2 pelatih dan 1 manager.
“Setelah Tim KSD KOI rapat Dengan Deputi 4 Kemenpora RI, terjadi perubahan dan hanya diberangkatkan 2 atlet putra dan 2 atlet putri serta 2 pelatih. Tiba-tiba muncul surat dari Plt Asisten Deputi Olahragawan Andalan, Kemenpora. Dr. Budi Ariyanto Muslim yang mengurang jumlah atlet dan menggantikan sebagian Atlet nya dan Pelatih nya,” ujar Mantan Wakapolri Ini.
Menurutnya hal ini tentu menjadi pertanyaan besar kepada Institusi pemerintah Kemenpora melalui Deputi IV, beberapa perubahan begitu cepat terjadi, hingga atlet merasa bingung dan menganggu kesiapan Mental atlet itu sendiri.
Selain itu, Manager Tenis Meja juga di tunjuk langsung oleh Kemenpora, padahal yang lebih berwenang Manager dari cabor karena paham dengan atlet nya itu sendiri.
Lanjutnya yang paling menghawatirkan, Melalui KOI langsung mengirimkan surat ke organisasi tertinggi tenis meja Dunia yaitu Internasional Table Tennis Federation (ITTF).
“Padahal kita sudah meminta untuk penambahan Atlet dan pengganti Atlet, target dua emas untuk cabang Tenis Meja akan semakin sulit di raih karena berbagai keterbatasan dan jumlah nomor yang di pertandingkan semakin kecil kuantitas atlet hanya 2 putra dan 2 putri serta tidak mengambil peluang emas di event beregu, seminggu tentu ini akan menjadi kendala, perolehan medali emas,” pungkas Oegreseno.
Editor : (Red/Jaja/Panji Alam).
Rekomendasi untuk kamu

Post Views: 325 Jakarta|Kompassindonesianews.com— Lima jurnalis berangkat dari Jakarta membawa kamera untuk merekam aktivitas Gunung…

Post Views: 325 JAKARTA|Kompassindonesianews.com- (KEMENDAGRI.GO.ID)Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian mengimbau seluruh pemerintah daerah…

Post Views: 325 JAKARTA UTARA — Kompassindonesianews.Com Persoalan akurasi data penerima bantuan sosial kembali menjadi…

Post Views: 325 TANGERANG SELATAN|KOMPASSINDONESIANEWS.COM- Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan bersama PT. MAAL…

Post Views: 325 Kabupaten Sleman|KompassIndonesianews.com- Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan…










