https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Bupati Sleman, Budaya Merupakan Warisan Leluhur Kita

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com, Bupati Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo menghadiri kirab budaya yang di selenggarakan oleh Kapanewon/ Kecamatan Mlati bertempat di lapangan Sendangadi pada hari Minggu tanggal 25 Agustus 2024.

Bupati Kustini, mengatakan kirab budaya dalam rangka gelar budaya Kapanewon/ Kecamatan Mlati tahun 2024 ini menunjukan tingginya semangat warga Mlati dalam melestarikan seni tradisional dan budaya warisan leluhur kita.

Kegiatan ini juga menunjukan tingginya semangat gotong royong dan kuatnya persatuan serta kebersamaan diantara warga Mlati, oleh karena itu pada kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih kepada panitia gelar budaya Kapanewon/ Kecamatan Mlati yang telah bekerja dengan penuh semangat sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ucapnya.

” Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini di tengah kehidupan masyarakat kita terjadi pengikisan budaya, banyak masyarakat kita terutama generasi muda lebih mengenal budaya manca negara dibandingkan budaya lokal yang sebenarnya memiliki nilai-nilai yang sangat baik sebagai landasan tatanan kehidupan saat ini dan masa datang.

Bupati menyebut, pengikisan budaya tersebut akan mengakibatkan masyarakat dan bangsa kita kehilangan identitas diri.” Saya berharap penyelenggaraan kirab budaya ini, dapat semakin menumbuhkan kembali rasa cinta masyarakat kepada budayanya sendiri,” tutur Bupati.

” Lanjut Kustini, banyak masyarakat kita yang lupa bahwa pembentukan Indonesia didasari dengan spirit dan komitmen untuk membangun Indonesia dengan kekayaan budaya yang berupa keragaman.” Bahkan nilai – nilai dasar negara kita Pancasila diformulasikan dari kekuatan budaya kita, oleh karena itu pekerjaan rumah kita sekarang adalah bagaimana memupuk dan mengembangkan budaya lokal untuk membangun karakter masyarakat dan bangsa.

Melalui kegiatan ini kita mempromosikan kembali nilai – nilai keberagaman, toleransi serta saling menghormati.” Keberagaman etnis dan budaya yang ada di Kabupaten Sleman, merupakan potensi yang tidak ternilai harganya.

” Keberagaman tersebut jika terjaga dengan baik akan tampak seperti mozaik yang indah, akan tetapi jika sebaliknya maka segala bentuk perbedaan yang ada akan menjadi senjata yang bisa memecah belah bangsa.

Oleh karena itu hendaknya keberagaman yang ada di Kabupaten Sleman, saya harapkan menjadi pemersatu bukan malah menjadi pecah.” Ini menjadi tugas kita bersama untuk membangun dan memelihara keberagaman yang ada, mari kita jadikan Kabupaten Sleman sebagai rumah bersama bagi seluruh warga masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Panewu/ Camat Mlati Arifin M Laws mengatakan gelar budaya ini dalam rangka untuk memperingati hari jadi keistimewaan Yogyakarta yang ke – 12 tahun.” Namun demikian ini juga masih bulan Agustus kita juga dalam rangka untuk mengucapkan rasa syukur kita kehadirat Tuhan yang maha kuasa terkait dengan kemerdekaan RI yang ke-79 jadi ini dalam rangka syukur dan juga dalam rangka menyongsong hari keistimewaan Yogyakarta.

Kebetulan kita ini kan ada (5) Kalurahan yaitu, Kalurahan Tirtoadi, Sumberadi, Tlogoadi, Sendangadi dan Sinduadi dan sumber itu semuanya terkait dengan air.” Karena dulu disini sumber air dan air itu adalah inti dari kehidupan, sehingga kita ingin dari air itu dari (5) lima Kalurahan itu menjadi (1) satu bahkan di perlambangkan dari kendi itu diambil dari (5) lima mata air yang ada di Kalurahan – Kalurahan diambil di jadikan (1) satu agar kemudian Kapanewon/ Kecamatan Mlati itu jadi (1) satu manunggal makanya kita songsongnya adalah ponco adhi manunggal (5) lima adhi menggambarkan Tlogoadi sumber atau utama kebaikan.

Jadi (5) lima kebaikan atau (5) lima Kalurahan manunggal menjadi satu begitu artinya,” ucap Arifi.” Ia berharap tentunya kegiatan seperti ini, pertama mampu menggerakkan, melestarikan budaya di tengah masyarakat karena bangsa yang besar bangsa yang bisa sragel itu bangsa yang memiliki budayanya yang mampu mempertahankan kebudayaan.” Untuk itu, budaya harus di uri – uri tentu setelah itu mampu meningkatkan perekonomian dan sebagainya, kemudian pada akhirnya untuk mensejahterakan masyarakat di Kapanewon/Kecamatan Mlati,” ujar Arifin.

Putra Sukaca, selaku MC menambahkan ini mengirabkan songsong atau payung Jawa yang bernama ponco adhi manunggal yang artinya ponco itu (5) lima adhi manunggal itu bersatu yakni, dengan tujuan guyub, rukun masyarakat se-Kapanewon/ Kecamatan Mlati yang terdiri dari (5) lima Kalurahan dari Sendangadi, Sinduadi, Tlogoadi, Sumberadi dan Tirtoadi bersama – sama kita kirab budaya dengan bergodo keprajan, bergodo keprajuritan dan juga bergodo nanti ada kesenian rakyat yang ada di Kalurahan itu masing-masing.

Di jelaskan perkiraan ini, setiap Kalurahan itu kurang lebih ada sekitar 200 peserta kalau (5) lima Kalurahan pesertanya ada sekitar 1000 peserta, ditambah dengan penonton kami rasa ribuan masyarakat yang hadir untuk melihat acara ini.” Tentunya sebagai warga Mlati kami juga berharap Mlati ini menjadi Kapanewon/ Kecamatan yang maju akan budayanya, terutama budaya – budaya tradisional yang masih tetap di lestarikan di (5) lima Kalurahan yang masing-masing memiliki kekuatan budayanya masing-masing bersatu untuk menjaga kebudayaan terutama di Kapanewon/Kecamatan Mlati ini,” pungkasnya. (Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *