Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Sejak lama Yogyakarta di kenal sebagai kota pelajar, banyak orang dari berbagai penjuru Indonesia datang untuk mengenyam pendidikan di Yogyakarta. Uniknya sebagai besar perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta, terletak di Kabupaten Sleman sejumlah Universitas ternama hingga kelas dunia terdapat di Kabupaten Sleman.
Hal itu disampaikan, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Abu Bakar saat membuka bedah buku ” Sleman Memang Beda ” bertempat di The Rich Jogja Hotel pada hari Kamis tanggal 14 November 2024.
Abu, mengatakan berdasarkan pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Sleman tahun 2022, Kabupaten Sleman memiliki 40 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
1.Universitas Gajah Mada (UGM)
2.Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
3.Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga
4.Universitas Islam Indonesia (UII)
5.Universitas Sanata Dharma (USD)
6.Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
7.Universitas Atma Jaya Yogyakarta
8.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (STIE YKPN)
9.Institut Pertanian Yogyakarta (INSTIPER)
10.Universitas Amikom Yogyakarta
11.Universitas Mercu Buana Yogyakarta
12.Universitas Proklamasi 45 (UP45)
13.STIE Solusi Bisnis Indonesia (SBI)
14.Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA
15.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata API
16.Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA
17.STIKES Wira Husada Yogyakarta
18.STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
19.STIKOM AKINDO Yogyakarta
20.Akademi Pariwisata STIPARY
21.STIKes Panti Rapih
22.Politeknik API Yogyakarta
23.Politeknik Kesehatan Permata Indonesia
24.STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta
25.Sekolah Tinggi Agama Kristen Marturia Yogyakarta (STAK Marturia Yogyakarta dan lain – lainnya,” tutur Abu.
Lanjutnya, banyak perguruan tinggi yang berdiri di Kabupaten Sleman, perlahan – lahan menciptakan lingkungan akademi yang dinamis meningkatkan pertukaran ide dan memperkaya kehidupan sosial masyarakar Kabupaten Sleman,” jelasnya.
” Keberadaan Kampus – Kampus tersebut pun, meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga.” Fasilitas – fasilitas pendukung juga tumbuh sebagai dampak dari kebutuhan mahasiswa yang meningkat, pada masa depan banyaknya mahasiswa dari berbagai daerah diharapkan dapat terus mendorong lingkungan multikultural yang kaya dan kondusif.” Interaksi antara mahasiswa dan penduduk lokal dapat, makin memperkaya kehidupan sosial dan membuka kesempatan untuk pertukaran budaya,” ucapnya.
Sementar itu, Shinta, S.Pd.,M.Si.,M.A selaku pembicara mengatakan, pendidikan literasi untuk anak saya diminta memberikan motivasi kepada Bapak – bapak dan Ibu, semua bagaimana untuk kita sebagai orang tua untuk bisa mengenalkan dunia baca, dunia pendidikan kepada anak – anak kita dengan mengacu dari buku yang kita bedah yaitu ” Sleman Memang Beda “.Tapi saya katakan kepada Bapak dan Ibu semua walaupun Bapak dan Ibu sering mengikuti acara – acara seperti ini, sebaik apapun materi yang kami sampaikan siapapun narasumbernya tidak ada yang dapat memotivasi diri ini.
” Tidak ada satu orang pun, yang dapat memotivasi kita selama kita belum mengizinkan diri untuk berubah.” Jadi kata kuncinya itu selalu ada pada diri kita masing – masing, mau setiap minggu dapat undangan dari Dinas Perpustakaan macam – macam acaranya tidak akan membuat kita jadi orang tua yang berubah kalau kita tidak mau berubah,” terang Shinta.
Lebih lanjut, ia menerangkan jadi sebenarnya saya disini dengan Bapak dan Ibu narasumber yang lain itu, tugas panitia hanya sebagai pembuka jalan.” Jalan selanjutnya Bapak dan Ibu sendiri lah, yang akan memilih akan menjadi orang tua seperti apa.
” Bisa menjadi seorang ayah atau seorang ibu itu sebenarnya adalah sebuah karunia, tapi bisa menjadi seorang ayah atau seorang ibu yang keren dan luar biasa itu adalah sebuah pilihan.” Pilihannya ada di tangan kita semua, mau jadi orang tua yang seperti apa Bapak dan Ibu punya putra – putri usia sekolah itu,” tutup Shinta.(Joni)















