https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman, Mengikuti Tanam Padi Serentak Bersama 180 Kabupaten dan Kota Se – Indonesia

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

 

Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com -Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, mengikuti kegiatan tanam padi serentak yang di pusatkan di Palembang Sumatra Selatan (Sumsel) pada Rabu 23 April 2025.

Sedangkan untuk di Kabupaten Sleman sendiri tanam padi serentaknya dilaksanakan di KT Tani Mulyo Kalimanjung, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon/ Kecamatan Gamping Sleman. Sebagai bagian dari gerakan nasional yang dilakukan serentak di 15 Provinsi dan 180 Kabupaten dan Kota bersama Presiden RI Prabowo Subianto, melalui Zoom Meeting dari Palembang Sumatra Selatan (Sumsel).

Hal itu disampaikan oleh, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman, R.Haris Martapa menyampaikan bahwa kegiatan tanam padi serentak ini menjadi bagian dari dukungan Pemkab Sleman terhadap program nasional yang juga diikuti oleh Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya saat menyampaikan sambutan Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Menurutnya, lokasi Ambarketawang di pilih karena memiliki tantangan khusus sebagai kawasan peralihan antara Desa dan Kota. Ia menjelaskan lahan ini, sebelumnya kurang produktif. Namun, kini kita buktikan bahwa dengan manajemen air yang baik kawasan ini dapat ditanami dan hasilnya menjanjikan,” ujar Haris saat ditanya awak media.

Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, menyampaikan bahwa kegiatan tanam padi serentak ini dimaksudkan untuk memanfaatkan sisa musim penghujan menjelang musim kemarau.

Kita pacu petani, untuk tetap menanam padi meskipun dengan kondisi air terbatas. Kami sudah menyiapkan varietas tahan kering seperti Inpari 32 dan 42, serta mendukung program Bulog dengan harga gabah Rp.6.500 per kilogramnya yang cukup menjanjikan,” tambah Rofiq.

Lebih lanjut, Rofiq menjelaskan bahwa upaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan indeks pertanaman dari rata – rata 2,3 mendi 2,5 hingga 2,6 kali tanam per tahun. Jadi jika frekuensi tanam meningkat, maka produksi bisa naik sekitar 10 persen. Ini penting di tengah menyusutnya lahan sawah, namun prodiktivitas harus naik,” ucapnya.

Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi para petani, untuk mulai beradaptasi dengan mekanisasi pertanian. Meskipun belum seluruhnya petani menggunakan mesin tanam padi, tapi sudah mulai kita perkenalkan. Ia menambahkan ini bagian dari pembelajaran dan motivasi bagi petani, apa lagi saat ini tenaga kerja di sektor pertanian makin menipis,” tutupnya.

Iksan, salah seorang petani yang ikut dalam kegiatan ini, berharap agar program Pemerintah dapat berdampak lansung pada kesejahteraan petani. Harapan kami pupuk mudah didapat, dan program dari Bulog membeli gabah seharga Rp. 6.500 per kilogram bisa dirasakan petani kecil secara merata kalau harga bagus hasil panen bisa lebih menguntungkan,” ujar Iksan.

Ia juga menambahkan bahwa hasil panen mandiri sejauh ini, memberikan hasil lebih baik dibandingkan kita menjual ke tengkulak. Kalau kita panen sendiri hasilnya bisa ada selisih yang cukup menguntungkan, semoga ke depan petani makin sejahtera dan ketahanan pangan nasional bisa benar – benar tercapai,” pungkasnya.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *