https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Ketika Pengabdian Tak Mengenal Kata Usai: Raja Husain dan Syamsu Rizal Pamit dalam Khidmat 1 Muharram

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Batamkompasindinesianews.comTak ada perpisahan yang benar-benar memisahkan ketika hati tetap terpaut dalam semangat yang sama: mengabdi dan memberi arti. Pada Jumat pagi yang sakral, bertepatan dengan 1 Muharram 1447 Hijriah, dua sosok penuh dedikasi resmi mengakhiri masa tugasnya di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Batam: Drs. Raja Husain dan Syamsu Rizal.

Bertempat di Aula Kemenag Kota Batam, pelepasan berlangsung sederhana namun penuh makna. Tanggal yang bertepatan dengan hari Jumat dan Tahun Baru Islam seakan menjadi penanda langit bahwa ini bukan sekadar akhir perjalanan birokrasi, melainkan awal dari pengabdian dalam dimensi yang lebih luas.

Drs. Raja Husain, yang tampil dalam kesederhanaan dan senyum khasnya, menyebut momen ini sebagai hari bersejarah.
“Hari ini hari yang tak biasa. Pertama, karena kami resmi purna tugas. Kedua, karena bertepatan dengan hari Jumat. Dan ketiga, karena bersamaan dengan 1 Muharram. Jangan sampai kami berdua ini wali Allah,” ucapnya berseloroh, disambut tawa dan haru oleh hadirin.

Meski berbalut canda, setiap ucapannya menyiratkan kedalaman rasa syukur dan keikhlasan. Ia pun tak lupa menyampaikan ucapan maaf, terima kasih, dan pesan agar silaturahmi tetap terjaga.
“Mohon maaf lahir dan batin. Jika ada waktu atau kesempatan, jangan segan mengundang kami kembali. Kami siap mengabdi kapan pun dibutuhkan,” tuturnya tulus.

Sementara itu, Syamsu Rizal menegaskan bahwa pensiun bukan akhir dari keterlibatan.
“Kami mungkin tidak lagi terikat jabatan, tapi batin kami tetap melekat di sini. Kemenag bukan hanya tempat bekerja, tetapi rumah perjuangan. Dan rumah, tak pernah ditinggalkan,” ujarnya dengan suara penuh getar, menahan haru.

Dalam sambutan perwakilan pimpinan Kemenag Batam, disampaikan bahwa Raja Husain dan Syamsu Rizal adalah figur yang akan selalu dikenang, bukan hanya karena lama masa pengabdiannya, tetapi karena kualitas keteladanan yang mereka tinggalkan.
“Mewakili keluarga besar Kemenag Kota Batam, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kami mohon maaf lahir dan batin, dan berharap semangat Bapak berdua tetap menyala, terutama dalam setiap peringatan 17 Agustus dan momen-momen penting keumatan lainnya,” ujar pimpinan Kemenag.

Acara ditutup dengan doa bersama dan penyerahan cinderamata sebagai simbol penghargaan dan kenangan. Aura spiritual istighasah di awal tahun hijriah berpadu harmonis dengan suasana perpisahan, menciptakan momen yang akan membekas lama dalam ingatan semua yang hadir.

Kini, Raja Husain dan Syamsu Rizal mungkin tak lagi duduk di balik meja kerja, tapi nama dan jejak mereka akan tetap menjadi bagian dari narasi Kemenag Kota Batam: tentang kesetiaan, pengabdian, dan keikhlasan yang tak pernah pensiun.

(Nursalim Turatea).

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *