https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Dukung Proses Belajar, Komdigi RI Berikan Fasilitas Internet 200 MBPS Ke – Sekolah Rakyat di Sleman

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, bergerak cepat menindaklanjuti Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto dengan menyerahkan langsung bantuan layanan internet cepat bagi dua Sekolah Rakyat (SR) di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Kabupaten Bantul dan Sekolah Rakyat Menengah Atas 20 Kabupaten Sleman.

“Sekolah ini nanti didesain sesuai arahan Bapak Presiden adalah sekolah dengan smart school, dimana semuanya sangat tergantung juga dengan layanan internet yang diberikan oleh teman-teman Komdigi,” tegas Meutya saat penyerahan bantuan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Sleman, Sabtu (28/06/2025).
Dua sekolah rakyat yang kini tersambung dengan internet kecepatan tinggi akan segera memulai kegiatan belajar-mengajar. SR Kabupaten Sleman menerima layanan internet 100 Mbps untuk mendukung 75 siswa dari tiga rombongan belajar, sementara SR Kabupaten Bantul mendapat dukungan 200 Mbps yang akan digunakan oleh 200 siswa dari lima kabupaten/kota di DIY.

Bantuan ini diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico sebagai bentuk sinergi antar-kementerian dalam mendukung sistem pendidikan inklusif berbasis digital.“Sekolah rakyat ini adalah program Bapak Presiden yang diamanahkan kepada kita semuanya, seluruh Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota,” tambah Meutya.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Kemkomdigi untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia, terutama dari kelompok rentan, memiliki akses ke pendidikan berbasis teknologi, sejalan dengan agenda besar transformasi digital nasional.
Rencananya, program Sekolah Rakyat akan diluncurkan secara resmi oleh Presiden Prabowo pada 14 Juli 2025 sebagai bagian dari strategi pembangunan manusia yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico, mengatakan internet memegang peranan paling krusial untuk Sekolah Rakyat. Karena sekolah tersebut didesain dengan smart school.
“Semuanya sangat tergantung juga dengan layanan internet yang diberikan oleh teman-teman Komdigi. Karena memang kita menggunakan learning management system, sehingga anak-anak ini nanti bisa kemudian juga menjadi anak-anak yang mampu bersaing di bidang digital, teknologi digital,” ucapnya.
Di sisi lain, dia menyebut target 100 unit sekolah tahap pertama bisa diselesaikan. Pihaknya kemudian segera mengejar tambahan 100 Sekolah Rakyat di tahap selanjutnya.
“Hari ini kita sedang mengejar untuk proses 100 ke-2 yang diperintahkan untuk beliau, sehingga target nanti insyaallah untuk tahun ajaran 2025-2026 ini ada 200 titik lokasi minimal,” ujarnya.
“Atau kemudian kalau kita konversikan kepada siswa kurang lebih sekitar 20 ribu calon siswa nanti yang akan mendapatkan fasilitas dan kesempatan untuk belajar di Sekolah Rakyat ini,” kata Robben.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *