https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Afni Zulkifli Ukir Sejarah sebagai Bupati Perempuan Pertama Siak, Tuai Apresiasi atas Langkah Transparan Atasi Krisis Keuangan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

SIAKkompasssindonesianews.comKabupaten Siak menorehkan sejarah baru dalam kepemimpinan daerah. Afni Zulkifli, perempuan kelahiran Juni 1985, resmi menjabat sebagai Bupati perempuan pertama di kabupaten yang kaya akan budaya Melayu ini. Tak hanya mencetak sejarah, Afni juga langsung mencuri perhatian publik lewat langkah transparan dalam menangani permasalahan keuangan daerah.

Pada Rabu, 31 Juli 2025, Afni menyampaikan kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Siak secara terbuka kepada masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa Pemkab saat ini tengah mulai mencicil sejumlah pembayaran honor yang sempat tertunda, termasuk untuk pegawai harian lepas (BHL), guru TK, guru ngaji, kader Posyandu, serta tunjangan ASN.

“Alhamdulillah, sesuai komitmen kami, proses pencicilan honor mulai dilakukan meski belum sepenuhnya lunas. Kondisi kas daerah memang masih belum stabil — masih setengah nafas, istilahnya,” kata Afni jujur.

Menurut laporan terkini, total kebutuhan pembayaran honor mencapai Rp58 miliar, sementara dana yang tersedia baru sekitar Rp54 miliar. Untuk menutupi kekurangannya, pihaknya tengah berupaya menggali potensi pendapatan daerah yang selama ini belum optimal.

“Kami betul-betul sedang berikhtiar. Mencari sumber-sumber pendapatan yang mungkin selama ini tercecer, agar hak-hak pegawai dan masyarakat bisa segera kami tunaikan,” ungkapnya.

Afni juga menegaskan komitmennya membenahi sistem keuangan daerah agar lebih sehat dan akuntabel. Ia ingin memastikan setiap rupiah yang masuk ke kas daerah dikelola secara bijak dan tidak habis begitu saja tanpa perencanaan matang.

“Siak harus berubah. Keuangan daerah tak bisa terus begini — masuk, langsung habis. Kita harus tata sirkulasinya agar lebih sehat, terukur, dan sesuai prinsip good governance,” tegasnya.

Kepada seluruh ASN dan tenaga honorer, Afni berpesan untuk terus bekerja dengan semangat, keikhlasan, dan menjadi penyambung informasi yang benar kepada masyarakat terkait kondisi daerah.

“Jangan jadi pemantik keresahan, jadilah agen edukasi rakyat. Sampaikan bahwa pemerintah sedang berusaha sebaik mungkin,” pintanya.

Di akhir pernyataannya, Afni memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar persoalan keuangan daerah segera teratasi, transfer dana pusat lancar, dan PAD meningkat.

“Semoga Allah mudahkan ikhtiar kita. Demi Siak yang hebat, sehat, dan bermartabat,” tutupnya.

Penulis: Harry

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *