https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Paripurna Istimewa HUT Ke-513 Bengkalis, Anggota DPRD Tampil Memukau dengan Busana Adat Melayu

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

BENGKALISkompasssindonesianews.com Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bengkalis dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-513 Bengkalis yang digelar pada Rabu (30/7/2025), tak hanya diisi dengan pembahasan penting daerah, tetapi juga menjadi panggung kebudayaan yang sarat makna.

Sebanyak 29 Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis hadir mengenakan busana adat Melayu, menjadikan suasana rapat paripurna terasa lebih semarak dan khidmat. Pemandangan ini langsung mencuri perhatian para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Para anggota dewan pria tampil gagah dalam balutan baju Melayu berwarna biru tosca, dipadukan dengan songket dan tanjak khas Melayu. Warna cerah yang dipilih memberikan kesan segar dan bersahaja, sekaligus mencerminkan wibawa dan semangat kepemimpinan. Kekompakan mereka menunjukkan sinyal kuat bahwa budaya dan kebersamaan menjadi fondasi utama dalam menjalankan amanah rakyat.

Sementara itu, para anggota dewan perempuan tak kalah mencuri perhatian. Mereka tampil anggun dalam busana Melayu yang dirancang dengan sentuhan estetika tinggi. Desain elegan berpadu dengan warna-warna lembut menambah kesan profesional dan berwibawa, sekaligus mempertegas identitas sebagai perempuan Melayu yang menjunjung nilai budaya dalam setiap langkahnya.

“Kehadiran 29 anggota dewan dengan busana adat ini menjadi bukti bahwa kita bangga dengan akar budaya kita. Ini bukan sekadar penampilan, tapi bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang kita miliki,” ujar salah seorang tamu undangan.

Momen bersejarah ini menjadi refleksi nyata bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui simbol dan seremoni, tetapi juga melalui keteladanan para pemimpin daerah. Di tengah arus modernisasi, semangat menjaga dan merayakan jati diri budaya Melayu terus hidup dan menjadi bagian penting dari perayaan hari jadi “Negeri Junjungan” ini.

Penulis Ardes

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *