https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kampung Agrowisata dan Perpustakaan Digital Binaan Polri, Resmi di Launching

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten KolonprogoKompassindonesianews.com Polda DIY bekerjasama dengan Forum Keistimewaan dan Kebudayaan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyelenggarakan kegiatan dua agenda sekaligus yaitu. Melaunching kampung Agrowisata dan Perpustakaan Digital binaan Polri, bertempat di Desa Wijimulyo, Kapanewon/Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo, DIY Kamis, 28 Agustus 2025.

Hal itu disampaikan, Prof.Dr.Ir.Djagal Wiseso Marseno, M.Agr, guru besar teknologi pangan dan hasil pertanian UGM, mengatakan ketahanan nasional diawali dari ketahanan Desa dan ketahanan itu harus dibangun secara gotong royong dimana semua stakeholder harus bersatu mulai dari TNI, Polri, Kalurahan, Kapanewon, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ilmuan dari sekolah dan kampus – kampus,” ucapnya.

Djagal juga menuturkan negara – negara maju berbasis pada pengetahuan seperti agama mengajarkan kepada kita, orang yang berilmu dan beriman akan ditinggikan derajatnya. Tapi orang yang beriman tanpa agama sama dengan buta, tapi kalau orang yang berilmu dan beragama sama seperti orang yang punya mata untuk melihat dan kaki untuk berjalan,” lanjutnya.

” Sementara itu, AKBP Wiwik Hari Tulasmi, S.H.,M.H, dalam sambutannya mengatakan terkait kegiatan Launching kampung Agrowisata dan Perpustakaan Digital ini, kami sangat mendukung program ini. Karena untuk mempertahankan program ketahanan pangan, disini kita bisa mendapatkan ilmu dan hasil melalui Perpustakaan Digital ini sangat membantu masyarakat untuk belajar dan mendapatkan manfaat.

Semoga kegiatan ini dapat berjalan dan terus berlanjut, sehingga para petani bisa sejahtera,” tutupnya.

” Kegiatan sesi pertama dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon klengkeng, alpokat, dan durian, di pekarangan rumah Purdiyanto.

Selain itu, sesi kedua dilanjutkan pelatihan Agrowisata dalam mendukung ketahanan pangan, dan peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten Kulonprogo, bertempat di Tinitah Alam Rest Jetis, Pandoworejo, Nanggulan, Kulonprogo yang juga dihadiri oleh kelompok petani Agrowisata Des Wijimulya.

Senada dengan, Purdiyanto selaku pengerak Petani Agrowisata Kabupaten Kulonprogo dengan tema ” Membangun Ketahanan Pangan dari Keluarga “. Ia menyebut ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhi pangan bagi rumah tangga yang tercemin dari ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah, mutu, aman, merata, dan terjangkau,” ungkap Purdiyanto.

Program ketahanan pangan ini merupakan bagian dari mendukung program pemerintah ” Asta Cita ” khususnya tanaman pangan yang kami kelola bersama kelompok petani tanaman pangan khususnya buah klengkeng dan alpukat dengan memanfaatkan lahan yang tidak produktif milik masyarakat.

Kelompok tani masyarakat di Desa Wijimulyo memanfaatkan lahan tidak produktif kemudian diolah menjadi lahan tanaman buah, program ini sudah berjalan beberapa tahun sejak tahun 2017 dan saat ini total tanaman mencapai 18.000 pohon yang dikelola oleh masyarakat.

Para petani tersebut saat ini sudah memperoleh manfaat dari pertanian Agrowisata, jadi program ini semacam tabungan pensiunan bagi masyarakat. Karena hasilnya pasti dan berkelanjutan, untuk harga jual kompetitif sehingga masyarakat pemilik lahan di untungkan buah segar yang bisa di petik lansung dikebun.

Ia juga mencontohkan satu pohon alpokat dengan hasil panen 1 kuintal, harga jualnya mencapai Rp.2,5 juta. Jadi bila petani memiliki 10 pohon alpokat saja, maka penghasilannya mencapai Rp.25 juta untuk sekali panen dan untuk merawat alpokat ini sangat mudah dan harganya pun stabil.

Tujuan kegiatan training hari ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan mengedukasi petani, dalam memanfaatakan lahan yang tidak produktif diolah menjadi lahan produktif dan berdaya guna. Untuk bibit tanaman kami bekerjasama dengan beberapa BUMN yang menyediakan dan mensuplai bibit tanaman, dengan kualitas bagus baik bibit alpokat, bibit klengkeng dan bibit durian,” pungkasnya.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *