https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Beginilah Situasi Mapolda DIY, Setelah Aksi Unjuk Rasa

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

YogyakartaKompassindonesianews.com Aksi unjuk rasa di Mapolda DIY buntut peristiwa meninggalnya driver ojol pada aksi 28 Agustus 2025 di DKI Jakarta berlangsung ricuh, aksi yang dilaksanakan pada hari Jumat 29 Agustus 2025 sekitar pukul 17.15 WIB sampai dengan dini hari tadi merupakan aksi penyampaian pendapat yang kedua diterima Polda DIY. Karena sebelumnya siang Forum Ojol Yogyakarta bergerak melakukan aksi damai, yang dilanjutkan sholat ghaib bersama di Masjid Babussalam yang berada di Mapolda DIY.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan menyampaikan rasa prihatin terhadap aksi penyampaian pendapat yang seharusnya bisa dilakukan dengan tertib tetapi di warnai dengan tindakan anarkis sehingga menyebabkan beberapa kerusakan fasilitas umum, kendaraan yang dibakar, termasuk beberapa ruang kantor pelayanan publik milik Polda DIY yang rusak terbakar,” katanya Sabtu 30 Agustus 2025.

” Kami sangat menyayangkan karena ruang sentra pelayanan kepolisian terpadu atau SPKT dan ruang pelayanan SKCK juga menjadi sasaran pembakaran. Sehingga sangat berdampak terhadap pelayanan masyarakat, yang harus kami tutup sementara,” ungkap Kombes Ihsan.

Lanjutnya, bagi masyarakat yang akan membuat laporan pengaduan maupun laporan kehilangan termasuk SKCK dapat mendatangi Polres dan Polresta yang ada di wilayah Polda DIY, sedangkan layanan perijinan tetap di layani di ruang Direktorat Intelkam Polda DIY.

” Dalam penyampaian aspirasi tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, turun tangan dan mendatangi Mapolda DIY pada pukul 22.45 WIB yang juga didampingi Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, dan beberapa pejabat lansung berdialog dengan massa.

Sri Sultan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini, dan menyerukan agar massa membubarkan diri,” pesannya.

Saat ini puing – puing bangunan yang terbakar sudah dilakukan pembersihan oleh anggota Polisi Polda DIY, bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman dan api telah di padamkan oleh Dinas Pemadaman Kebakaran.

Kabid Humas menghimbau untuk masyarakat yang akan melakukan aksi penyampaian pendapat, agar dapat dilakukan secara tertib, tenang, serta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan atau berita yang bersifat provokatif terutama melalui media sosial.

Kami memahami keresahan yang terjadi di masyarakat saat ini, namun kami mengimbau untuk dapat menyampaikan aspirasi dengan tidak melakukan tindakan anarkis yang justru akan merugikan banyak pihak.

Mari sampaikan aspirasi dengan aman dan tertib, serta senantiasa bersama menjaga DIY yang kita cintai ini tetap aman dan kondusif,” tutup Ihsan.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *