https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Banyuwangi Berdoa: Dalam Duka, Kami Tetap Bersatu

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompossindonesianews.ComBANYUWANGIForum Komunikasi Organisasi Pemuda Lintas Agama (FORKOM PELITA) Kabupaten Banyuwangi menggelar doa bersama bertema #BersamaJagaBanyuwangi, Selasa malam (2/9/2025), sebagai bentuk duka cita dan solidaritas atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban dalam peristiwa unjuk rasa di Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh tokoh lintas agama, masyarakat, dan jajaran Forkopimda Banyuwangi, antara lain:

Dandim 0825 Letkol Arh Joko Sukoyo,
Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso,
Kepala Bakesbangpol Dr. R. Agus Mulyono,
Anggota DPRD Banyuwangi, serta
Pimpinan organisasi pemuda lintas agama.
Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kepedulian, para tokoh menyampaikan pesan persatuan dan menyerukan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu SARA. Mereka juga mengajak agar setiap bentuk aspirasi disampaikan secara damai, bermartabat, dan tanpa kekerasan.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra memberikan apresiasi atas komitmen para pemuda lintas agama.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemuda Banyuwangi menjadi pelopor kerukunan,” ujarnya.

Senada, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan kelemahan.

“Kita memiliki banyak kebudayaan di Banyuwangi. Akan sangat rugi bila persatuan ini terpecah hanya karena isu yang tidak jelas,” tegasnya.

Acara ditutup dengan doa lintas iman, deklarasi damai, dan foto bersama Forkopimda serta pemuda lintas agama, sebagai simbol komitmen menjaga kerukunan dan kedamaian di Bumi Blambangan.(andi)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *