Toba. Kompassindonesianews.com-
Aliansi Wartawan Masyarakat dan Akpersi (AWAS) menggelar aksi damai di Gedung DPRD Kabupaten Toba untuk menuntut transparansi dan keterbukaan publik dalam menjalankan pemerintahan. Menurut Sekjen Akpersi Toba, DPRD Kabupaten Toba belum menunjukkan kinerja yang signifikan sebagai wakil rakyat sejak pelantikan periode 2025-2030.
Ucap sekjen Akpersi Marhuarar Pangaribuan.
Lanjut sekjen
Kamis(04/09/2025)
*Tuntutan AWAS*
Transparansi dan keterbukaan publik dalam pengelolaan APBD Kabupaten Toba
– Pengawasan yang efektif terhadap pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan yang berpihak kepada rakyat
– Penanganan isu-isu publik seperti pengadaan buku pelajaran sekolah, penerimaan siswa/i tahun ajaran 2025-2026, dan pengelolaan dana BOS
*Isu Nasional dan Lokal*
– Isu nasional: kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan pajak sementara rakyat masih berjuang dengan kesulitan ekonomi
– Isu lokal: pengadaan buku pelajaran sekolah yang diduga monopoli oleh oknum dinas atau intervensi oknum kepada kepala sekolah
*Komposisi DPRD Kabupaten Toba*
DPRD Kabupaten Toba memiliki 30 anggota yang tersebar di 8 partai politik, dengan perolehan kursi terbanyak diraih oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Pimpinan DPRD Kabupaten Toba terdiri dari satu orang ketua dan dua orang wakil ketua yang berasal dari partai politik dengan suara terbanyak di dewan ¹.
Semoga aksi damai yang diadakan AWAS dapat menjadi perhatian serius bagi DPRD Kabupaten Toba untuk memperbaiki kinerja sebagai wakil rakyat dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas pemerintahan daerah.
Tutup sekjen Akpersi.
( Marhuarar Pangaribuan )















