https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Batam Perkuat Layanan Investasi, Imigrasi Hadirkan Program Immicare di Kawasan Industri

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

kompasindonesianews.com- Batam, 2 September 2025Upaya memperkuat iklim investasi di Batam kembali ditunjukkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam melalui peluncuran program Immicare (Immigration Care), sebuah inovasi layanan izin tinggal berbasis jemput bola (reach-out). Program ini menyasar kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga Tenaga Kerja Asing (TKA) serta investor dapat memperoleh layanan keimigrasian langsung di pusat aktivitas mereka tanpa harus datang ke kantor imigrasi.

Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, mengungkapkan bahwa Immicare merupakan kelanjutan dari semangat inovasi pelayanan publik yang telah dilakukan sebelumnya, seperti Eazy Paspor untuk WNI. Bedanya, kali ini layanan diarahkan untuk menjawab kebutuhan investor asing dan TKA. “Kami hadir untuk mendekatkan layanan. Batamindo, Panbil, dan Kabil menjadi lokasi perdana yang kami garap, dan rencana berikutnya akan meluas ke kawasan industri lain,” jelasnya.

Peluncuran Immicare berlangsung di Batamindo Industrial Park, dihadiri oleh Kepala Ombudsman Perwakilan Kepulauan Riau, Dr. Lagat Parroha Patar Siadari; Kepala Bidang Dokumen Perjalanan Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Kanwil Ditjenim Kepri, Wira Zulfika; Kasubdit Promosi dan Investasi BP Batam, Kristina; serta Executive Director PT Batamindo Investment Cakrawala, Mook Sooi Wah.

Selain menyediakan layanan izin tinggal, program ini juga menghadirkan Coaching Clinic Keimigrasian. Fasilitas tersebut memberi penjelasan menyeluruh mengenai aturan, kemudahan layanan perusahaan, hingga informasi skema Golden Visa lima tahun yang ditujukan bagi pimpinan perusahaan dan keluarganya.

Menurut Hajar Aswad, uji coba program ini di tiga kawasan awal diharapkan mampu menjadi dasar evaluasi menuju penyempurnaan layanan ke depan. “Harapan kami Batam bisa menjadi percontohan nasional, sehingga layanan serupa dapat diadopsi oleh daerah lain,” tegasnya.

Inovasi ini sejalan dengan program akselerasi pelayanan yang digagas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, serta mendukung target nasional dalam menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif melalui konsep Ease of Doing Business (EoDB).

General Manager PT Batamindo, Mook Sooi Wah, menilai kehadiran Immicare akan memberikan dampak signifikan. “Proses perizinan yang lebih mudah akan mengurangi hambatan investasi. Program ini bukan hanya mempermudah perusahaan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi Batam,” tuturnya.

Dengan Immicare, Kantor Imigrasi Batam menegaskan posisinya sebagai lembaga yang tidak hanya mengurus dokumen keimigrasian, tetapi juga ikut berperan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperkuat kepercayaan investor, dan membangun ekosistem industri yang lebih kompetitif di perbatasan Indonesia. (Nursalim Turatea).

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *