ACEH – KompassIndonesianews.com Presiden Prabowo Subianto, memimpin rapat koordinasi penanganan dampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pertemuan penting ini berlangsung di Posko Terpadu penanganan bencana alam Aceh, Lanud Sultan Iskandar Muda pada Minggu 7 Desember 2025.
Tujuan utama rapat koordinasi ini adalah untuk mempercepat langkah – langkah penanganan pasca bencana, Presiden Prabowo juga mengumpulkan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih serta pejabat terkait lainnya termasuk pimpinan TNI dan Polri.
Kehadiran Kepala Negara dan sejumlah pejabat terkait, menjunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi situasi darurat di Aceh dan Sumatra.
Insiden bencana banjir bandang dan longsor ini terjadi pada 25 November 2025, dengan Aceh menjadi salah satu Provinsi yang paling parah terdampak.
Rapat koordinasi intensif ini, di harapkan dapat membawa solusi cepat dan efektif bagi masyarakat yang menjadi korban.
” Rapat koordinasi yang di pimpin langsung oleh Presiden Prabowo dihadiri oleh jajaran Menteri terkait dari berbagai sektor diantaranya iyalah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, yang memberikan laporan terkini mengenai kondisi di lapangan.
” Selain itu, ada juga Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan, Sjafrie Syamsoeddin, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin juga hadir menunjukkan pendekatan komprehensif dalam penanganan bencana Aceh.
Selain itu, hadir pula Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Angga Raka Prabowo, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, Dirut PLN, Darmawan Prasodjo, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf Angkatan Darat, Lanut, dan Udara turut serta dalam rapat koordinasi tersebut.
Presiden Prabowo Subianto, tiba di Lanud Sultan Iskandar Muda sekitar pukul 19.00 WIB dan lansung membuka rapat, dalam rapat tersebut Presiden segera memberikan arahan – arahan awal kepada seluruh peserta yang hadir.
Hal ini menunjukkan fokus dan urgensi yang tinggi dalam upaya penanganan bencana di Aceh, setelah memberikan arahan, Prabowo mendengarkan laporan dari jajarannya seperti Ketua BNPB Lenjen TNI Suharyanto menjadi yang pertama menyampaikan update kondisi.
Laporan ini menjadi dasar bagi pengambilan keputusan starategis dan langkah – langkah percepatan selanjutnya.
Sedangkan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa tujuan rapat adalah untuk meng update dan memutuskan langkah – langkah percepatan ke depan.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi, yang juga menjadi alasan kunjungan kedua beliau ke Aceh pasca bencana alam ini.
Kunjungan Prabowo ke Aceh dalam waktu singkat memiliki alasan kuat, menurut Menteri Prasetyo Hadi.
Aceh menjadi salah satu Provinsi dengan jumlah Kabupaten yang paling banyak terdampak bencana banjir bandang dan londor, kondisi di beberapa daerah di Aceh masih memerlukan perhatian khusus di bandingkan Provinsi lain yang juga terdampa.
Setelah 10 hari, beberapa daerah di Aceh memang kondisinya belum sebaik, Kabupaten – Kabupaten di dua Provinsi lain,” ungakapnya.(Joni)















