https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Polresta Banyuwangi Ajak Kolaborasi Lintas Sektor Bendung Disinformasi di Era Digital

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompassindonesianews.Com
BANYUWANGIPolresta Banyuwangi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangkal maraknya disinformasi di ruang digital. Pesan tersebut disampaikan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Peradaban Positif di Era Digital”, Sabtu (06/12/2025).

Kegiatan ini digelar bersama Komunitas Banyuwangi Positif dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Hadir pula Asisten 1 Banyuwangi Mohammad Yanuarto Bramuda, S.Sos., MBA., MM.; Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P.; Danpuslatpur 7 Marinir Lampon Mayor Marinir Zainal Arifin Tanjung, M.Tr.Opsla.; perwakilan Lanal Banyuwangi; Dewan Pers Muhamad Jazuli; Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan; serta perwakilan organisasi mahasiswa, jurnalis, dan tamu undangan lainnya.

Disinformasi Jadi Ancaman Stabilitas Sosial
Dalam sambutannya, Kapolresta menekankan bahwa derasnya arus informasi digital membawa potensi ancaman serius. Disinformasi, menurutnya, bukan sekadar isu komunikasi, tetapi dapat berdampak langsung pada stabilitas sosial dan citra daerah.

“Satu unggahan yang tidak akurat dapat memicu keresahan dan memengaruhi kepercayaan publik. Dampaknya bisa meluas hingga menghambat program pembangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Banyuwangi, sebagai daerah yang tengah berkembang pesat, tidak terlepas dari risiko tersebut.

Kolaborasi sebagai Kunci
Kombes Rama mengapresiasi Komunitas Banyuwangi Positif yang aktif mendorong literasi digital dan menghadirkan konten-konten verifikatif. Menurutnya, keberhasilan menangkal disinformasi tidak dapat dibebankan pada satu institusi saja.

“Ini membutuhkan kerja bersama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, jurnalis, akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas digital,” tegasnya.

FGD ini diharapkan menjadi ruang dialog yang mempertemukan berbagai kepentingan publik serta memperkuat jejaring untuk membangun ekosistem informasi yang sehat.

Peran Pers Tetap Strategis
Sebagai rangkaian dari Muskorda IJTI, kegiatan ini juga menegaskan kembali pentingnya peran pers dalam menjaga kualitas informasi publik.

“Jurnalis profesional yang memegang teguh kode etik adalah garda terdepan untuk memastikan masyarakat menerima informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Kapolresta. (Andi)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *