https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Dinas Perhubungan Sleman, Telah Memetakan Sejumlah Titik Kemacetan dan Area Rawan Kecelakaan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

KABUPATEN SLEMANKompassIndonesianews.com Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Dinas Perhubungan telah memetakan sejumlah titik krusial yang menjadi pusat kemacetan serta area rawan kecelakaan pada liburan Natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru).

Langkah ini, diambil guna memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi saat jumpa awak media Kamis 11 Desember 2025.

Heri menjelaskan, kami telah mengidentifikasi lima area utama yang menjadi langganan kemacetan di Kabupaten Sleman. Kelima itu, tiga di antaranya adalah ruas jalan nasional yang menjadi pintu masuk utama ke Yogyakarta,” tuturnya.

Titik – titik rawan kemacetan tersebut meliputi ruas jalan nasional seperti jalan Wates, jalan Solo, dan jalan Magelang. Kemudian di jalan Godean, selanjutnya di ruas jalan menuju destinasi wisata khususnya ruas jalan menuju taman Tebing Breksi, Ibarbo, dan kawasan wisata Kaliurang. Dari data, puncak arus mudik Nataru diprediksi terjadi pada Rabu 24 Desember 2025, sementara puncak arus balik di perkirakan pada Jumat 2 Januari 2026,” ungkapnya.

” Sementara itu, Kabag Ops Polresta Sleman, Kompol Masnoto yang turut hadir saat jumpa awak media menjelaskan Polresta Sleman memastikan kesiapan penuh dalam Operasi Lilin Progo 2025 untuk mengamankan rangkaian perayaan Natal 2025 dan tahun baru 2026.

Saya menegaskan, personel dan sarana serta pola pengamanan telah di siapkan secara optimal. Operasi Lilin Progo 2025 berlansung mulai tanggal 23 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan fokus pengamanan pada lokasi ibadah, jalur mudik, pusat wisata, pusat perbelanjaan, hingga titik konsentrasi massa pada malam pergantian tahun baru.

” Polresta Sleman, mendirikan empat pos untuk mendukung kelancaran operasi yaitu, Pos PAM Gamping, Prambanan depan Candi Prambanan, Yan Amplaz, dan Pos terpadu Tempel. Ke – empat pos ini kami tempatkan di titik – titik yang memiliki karakteristik kerawanan berbeda, mulai dari kemacetan, jalur wisata, hingga kerawanan malam tahun baru. Masing – masing pos di perkuat sekitar 23 personel.

Masnoto menambahkan jelang perayaan Natal, Polresta Sleman mencatat ada 95 gereja dan 12 kapel yang melaksanakan ibadah. Dengan 12 gereja besar di tetapkan sebagai prioritas pengamanan, gereja – gereja prioritas tersebut akan dilakukan sterilisasi oleh Sat Brimob Polda DIY termasuk pemeriksaan metal detector dan peningkatan pengamanan.

Kami dari Polresta Sleman, menempatkan personel secara melekat di gereja – gereja prioritas dan berkoordinasi dengan remaja gereja serta pengamanan swakarsa dan semua sterilisasi. Dan semua pengamanan kami lakukan, agar ibadah berjalan aman dan khidmat,” tutup Kompol Masnoto.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *