BENGKALIS – Kompassindonesianews.com – Suasana berbeda terasa di Lapas Kelas IIA Bengkalis pada Ramadan 1447 H. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, lembaga pemasyarakatan tersebut menggelar buka puasa bersama antara Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan keluarga inti mereka, Selasa (03/03). Momen ini menjadi tonggak baru dalam pendekatan pembinaan yang lebih humanis dan berorientasi pada penguatan ikatan keluarga.
Sejak sore hari, halaman gedung serbaguna lapas mulai dipenuhi warga binaan dan keluarga yang datang setelah melewati proses pemeriksaan sesuai prosedur keamanan. Meski berada dalam lingkungan terbatas, nuansa kekeluargaan begitu terasa. Senyum, sapa, dan tatapan rindu menjadi pemandangan yang menghangatkan suasana menjelang azan Magrib.
Kepala Lapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga pada sisi kemanusiaan dan psikologis warga binaan.
“Kami ingin menghadirkan harapan di balik tembok pembatas ini. Dukungan keluarga adalah kekuatan terbesar bagi warga binaan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Hari ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan harus melibatkan hati,” ujarnya.
Saat azan Magrib berkumandang, suasana berubah menjadi penuh haru. Sejumlah keluarga tampak menitikkan air mata ketika akhirnya dapat duduk dan berbuka dalam satu hamparan bersama orang tercinta. Anak-anak memeluk ayahnya, istri berbagi cerita singkat dengan suami, dan orang tua tak henti memanjatkan doa. Kebersamaan yang sederhana itu menjadi pengingat bahwa hubungan keluarga tetap utuh meski terpisah jeruji.
Di balik suasana emosional tersebut, pengamanan tetap berjalan optimal. Ka.KPLP Diasta Krismayandi bersama Kasi Binadik Boy Fernandes memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan aman. Pemeriksaan terhadap pengunjung dan barang bawaan dilakukan secara ketat demi menjaga stabilitas dan keamanan lapas.
Acara kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah serta ramah tamah singkat sebelum keluarga kembali meninggalkan area lapas. Walau waktu pertemuan terbatas, kesan yang tertinggal begitu mendalam bagi warga binaan maupun keluarga.
Program buka puasa bersama ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan. Selain mempererat hubungan emosional, kegiatan tersebut diyakini mampu meningkatkan motivasi warga binaan untuk menjalani masa pembinaan dengan baik serta mempercepat proses reintegrasi sosial saat kembali ke tengah masyarakat.
Penulis Harry














