https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Semarak Ramadan di Lapas Bengkalis: 239 Warga Binaan Khusyuk Tarawih dan Tadarus dengan Pengamanan Ketat

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

BENGKALISKompassindonesianews.com – Suasana Ramadan 1447 H di Lapas Kelas IIA Bengkalis berlangsung penuh khidmat. Sebanyak 239 warga binaan mengikuti Shalat Isya dan Tarawih berjamaah serta Tadarus Al-Qur’an di Masjid Al-Ihsan, Selasa (03/03) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB ini diawali dengan Shalat Isya berjamaah, dilanjutkan ceramah agama yang disampaikan oleh pegawai Lapas Bengkalis, Rizki Naldi. Rangkaian ibadah berjalan tertib dan lancar dengan pengawasan ketat dari Tim Piket Pengawas serta personel pengamanan, sejalan dengan instruksi peningkatan kewaspadaan selama bulan suci Ramadan.

Partisipasi warga binaan berasal dari berbagai blok hunian, yakni Blok A sebanyak 67 orang, Blok B 84 orang, Blok D 4 orang, serta 25 orang dari Blok Wanita. Kehadiran mereka mencerminkan semangat dan antusiasme tinggi dalam memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas spiritual di bulan yang penuh berkah ini.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memenuhi hak beribadah bagi warga binaan, sekaligus memastikan aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama.

“Kegiatan keagamaan di bulan Ramadan merupakan bagian dari pembinaan mental dan spiritual. Namun demikian, seluruh jajaran tetap kami instruksikan untuk siaga dan menjalankan tugas sesuai SOP agar situasi Lapas tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Kasi Giatja David Susilo, S.H. memimpin langsung Tim Piket Pengawas yang terdiri dari lima personel, serta diperkuat sembilan personel tambahan. Pengawasan dilakukan secara melekat, mulai dari proses pengeluaran warga binaan dari kamar hunian hingga kembali ke blok masing-masing setelah kegiatan selesai.

Melalui kegiatan ini, Lapas Bengkalis berharap Ramadan menjadi momentum pembinaan yang efektif, tidak hanya dalam meningkatkan keimanan, tetapi juga membangun kedisiplinan dan kesadaran warga binaan menuju pribadi yang lebih baik.

Penulis Harry

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *