Kabupaten Sleman – KompassIndonesianews.com Menjelang Lebaran tahun 2026 yang kurang beberapa hari lagi, Pemda Kabupaten Sleman pada tahun – tahun sebelumnya menggelar pasar Lebaran. Untuk tahun ini, kita tidak menggelar pasar Lebaran karena dengan adanya imbas dari efisiensi anggaran serta dengan adanya program nasional yang prioritas dan harus didukung,” kata Kepala Bidang Usaha Mikro UMKM Dinas Koperasi Sleman, Sri Wahyuni Budiningsih, Kamis 5 Maret 2026.

Untuk mengakomodir para pelaku usaha yang mayoritas usaha mikro yang berjumlah sekitar 10.100 di Kabupaten Sleman, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman, meminta kepada Bupati untuk menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang ” Bangga Berlebaran Dengan Produk Usaha Mikro ” , kecil dan menengah Kabupaten Sleman.
” Sri Wahyuni, menambahkan Dinas Koperasi dan UMKM ingin hadir secara nyata mendampingi para pelaku usaha yaitu, dengan komitmen bahwa pelaku usaha tidak hanya butuh didampingi, difasilitasi, tapi juga dilarisi.
Ia menjelaskan, sebanyak – banyaknya dan sebagus – bagusnya fasilitas kalau dia tidak ada komitmen bersama untuk melarisi pelaku usaha makan itu tidak ada bedanya,” tambahnya.
Lanjutnya, salah satu komitmen pemerintah Kabupaten Sleman dengan adanya Gerbang Baru Sleman (Gerakan Bangga Berbatik Berlurik) sehingga diharapkan akan tumbuh kecintaan kita dari warga Sleman dengan produk Sleman sendiri serta kita akan lebih mengenal produk sendiri.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa Dinas Koperasi UMKM sebagai rumah dari 11 perangkat daerah yang bareng – bareng melakukan pembinaan bagi pelaku usaha dari sektor perdagangan, industri, pertanian, wisata, dan lainnya,” jelasnya.
” Untuk bisa membersamai masyarakat di Hari Raya Idul Fitri 1447 H tahun ini, Dinas Koperasi dan UMKM minta Bupati untuk menerbitkan Surat Edaran tentang himbauan kepada masyarakat membeli kebutuhan Lebaran di pelaku usaha Kabupaten Sleman dengan borong bareng produk UMKM Kabupaten Sleman.
Tujuannya, tidak hanya ke pimpinan perangkat daerah, tetapi juga ke pimpinan lembaga vertikal, seluruh perusahaan, perguruan tinggi, sampai tingkat Kalurahan,” bebernya.
” Untuk mekanismenya dengan menggunakan barcode yang bisa melihat katalog produk yang dijual di Forum UMKM, di masing – masing Kapanewon/Kecamatan dan bisa melihat produk unggulan di lain Kapanewon/Kecamatan sesuai dengan yang di kehendaki,” lanjutnya.
Katanya, melalui ES ini diharapkan bisa membuktikan komitmen Pemda untuk memberikan atau menciptakan peluang pasar yang seluas – luasnya kepada para pelaku usaha serta ada komitmen bersama dari masyarakat untuk menciptakan UMKM yang naik kelas terutama naik kelas secara omset.
Ia juga menyampaikan, Kabupaten Sleman merupakan satu – satunya Kabupaten yang mempunyai Forum UMKM di DIY yang rata – rata berdiri sendiri – sendiri di sektor yang sama. Dengan adanya Forum UMKM ini bisa menjadi rumah bagi seluruh pelaku usaha dari semua sektor yang ada di wilayah, sehingga bisa di ciptakan kolaborasi yang erat dan optimalisasi bila yang berkumpul dari sesama pelaku usaha dari semua sektor dengan Take lane pelaku usaha ” Sukses itu Maju Bersama,” tutupnya.
(Joni)














