Bengkalis – Kompassindonesianews.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang tinggal menghitung hari, ribuan aparatur desa di Kabupaten Bengkalis justru menghadapi kenyataan pahit. Sejak Januari hingga pertengahan Maret 2026, mereka belum menerima gaji sepeser pun.
Situasi ini membuat suasana di banyak kantor desa terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, menjelang lebaran aktivitas pelayanan masyarakat meningkat. Namun kini, yang terdengar justru keluhan para perangkat desa yang masih menunggu kepastian hak mereka.
Ironisnya, persoalan tunda bayar ini bukan pertama kali terjadi. Pada tahun 2025 lalu, aparatur desa juga sempat mengalami tunda bayar . Kini memasuki tahun 2026, kondisi serupa kembali terulang.
“Jangankan THR, gaji pokok saja sejak awal tahun belum kami terima,” ujar seorang perangkat desa di Kecamatan Bengkalis yang meminta namanya tidak disebutkan, Senin (16/03/2026).
Menurutnya, kondisi ini sangat memukul kehidupan aparatur desa yang selama ini menggantungkan kebutuhan keluarga dari penghasilan tersebut.
“Anak-anak mau lebaran, baju baru pun belum tentu bisa kami belikan. Kami hanya bisa berharap ada kabar baik dalam beberapa hari ke depan,” ungkap seorang Bendahara Desa yang juga enggan disebutkan identitasnya.
ADD 2026 Belum Cair
Mandeknya pembayaran gaji aparatur desa disebut berkaitan dengan belum cairnya Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2026 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Di Kabupaten Bengkalis, pengelolaan anggaran daerah berada di bawah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bengkalis, sementara pembinaan pemerintahan desa menjadi kewenangan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bengkalis.
Sejumlah sumber menyebutkan bahwa kondisi ini berkaitan dengan tekanan terhadap APBD daerah yang tahun ini terdampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Bahkan, kemampuan fiskal daerah disebut mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Akibatnya, sejumlah program daerah ikut tertunda, termasuk pembayaran hak aparatur desa yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.
Tetap Melayani Meski Tanpa Gaji
Meski sudah tiga bulan tanpa gaji, para aparatur desa tetap menjalankan tugas seperti biasa melayani masyarakat di desa masing-masing. Namun, menjelang Idul Fitri, kegelisahan mereka semakin terasa.
Para perangkat desa berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian terkait pencairan gaji yang telah lama dinantikan. Mereka juga berharap persoalan tunda bayar yang terus berulang setiap tahun ini dapat segera diselesaikan secara serius.
Sebab bagi aparatur desa, persoalan ini bukan sekadar administrasi anggaran, tetapi menyangkut kehidupan keluarga mereka yang kini harus menghadapi lebaran tanpa kepastian penghasilan.
Penulis Harry














