https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Polisi Analisis 86 CCTV dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompassindonesianews.com
Jakarta, 16 Maret 2026 – Polisi terus menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Dalam penyelidikan tersebut, Polda Metro Jaya menganalisis 86 titik kamera pengawas (CCTV) yang berada di sejumlah lokasi di Jakarta.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, mengatakan puluhan CCTV itu diambil dari berbagai sumber. Sebanyak 7 kamera berasal dari sistem tilang elektronik, 27 titik dari Diskominfotik DKI Jakarta, dan 8 titik dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Selain itu, polisi juga mengumpulkan 44 rekaman CCTV milik warga, perkantoran, dan bangunan di sepanjang jalur yang diduga dilalui pelaku.
Dari seluruh titik tersebut, penyidik menganalisis 2.610 rekaman video dengan total durasi sekitar 10.320 menit. Proses analisis digital ini diperkirakan memerlukan beberapa hari untuk menelusuri pergerakan para pelaku.
Polisi juga mengungkap temuan sementara bahwa terdapat empat orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Berdasarkan analisis rekaman CCTV, para pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian.
Pergerakan para terduga pelaku terdeteksi di beberapa lokasi, antara lain di kawasan Jalan Medan Merdeka Raya, Jalan Ir H Juanda, dan sekitar Tugu Tani. Mereka juga sempat berada di sekitar gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta Pusat, tempat Andrie Yunus menghadiri sebuah acara.
Setelah korban meninggalkan lokasi acara, para pelaku kembali mengikuti pergerakannya hingga akhirnya melakukan penyiraman air keras di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (12/3).
Akibat kejadian tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.
(Andi)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *