https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Polisi Periksa 7 Saksi Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompassindonesianews.com
Jakarta, 16 Maret 2026 – Polisi terus mengusut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Dalam perkembangan terbaru, penyidik telah memeriksa tujuh orang saksi untuk mendalami peristiwa tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Reynold Hutagalung mengatakan para saksi yang diperiksa terdiri dari pelapor, tim yang berada di lapangan, serta empat orang saksi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP).
“Pemeriksaan dilakukan secara intensif dan hingga saat ini masih terus berlangsung,” kata Reynold pada Senin (16/3/2026).
Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam proses penyelidikan. Tim LPSK diketahui telah turun langsung ke lokasi kejadian pada 14 Maret 2026 untuk melakukan pengecekan.
Di sisi lain, penyidik dari Polda Metro Jaya juga menganalisis kendaraan yang digunakan pelaku. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Iman Imanuddin menyebutkan bahwa dua sepeda motor diduga digunakan dalam aksi tersebut.
Berdasarkan analisis rekaman CCTV, para pelaku terlihat meningkatkan kecepatan kendaraan setelah melakukan penyiraman untuk melarikan diri dari lokasi kejadian.
Polisi juga tengah menelusuri nomor polisi kendaraan yang terekam kamera pengawas. Namun dari hasil awal, terdapat sekitar 260 kemungkinan identitas kendaraan yang sesuai dengan nomor yang terlihat pada rekaman.
Sementara itu, dari rekaman CCTV penyidik menemukan dua orang yang terekam jelas, namun identitas mereka masih didalami. Polisi menyatakan penetapan tersangka akan dilakukan setelah alat bukti dinilai cukup, termasuk untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak yang menjadi aktor intelektual di balik serangan tersebut. (Andi)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *