https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Kobar Ajak Masyarakat Teguhkan Komitmen Menjunjung Persatuan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Toba. Kompassindonesianews.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati. Upacara pada Senin (1/6) diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN), unsur TNI, Polri, serta para pelajar dan Bupati Effendi Napitupulu bertindak sebagai inspektur upacara.

Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Yudian Wahyudi pada upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.

Berikut pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Yudian Wahyudi pada upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dibacakan oleh Bupati Toba ;
Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas
tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir
pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Pancasila adalah “Bintang Penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman
fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (Tujuh Belas Ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan
dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila
adalah “Jangkar Moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi
hingga dinamika geopolitik.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut
adalah instrumen diplomasi yang sangat
dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani
perbedaan dan menghentikan konflik.

Sebagai bangsa yang besar, kita terus
menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi
pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta
konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan
bagi bangsa-bangsa terjajah adalah
pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat
bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan
perang, melainkan hadirnya keadilan bagi
seluruh umat manusia.

Bapak, ibu, dan saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Kepada para menteri dan kepala daerah, saya titipkan pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai.
Selamat Hari Lahir Pancasila!
Jayalah Indonesiaku!
Merdeka!

( Marhuarar Pangaribuan)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *