Gontor, –KompassIndonesiaNews.Di tengah kemeriahan Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ayahanda KH Hasan Abdullah Sahal menyampaikan sebuah pesan yang sederhana, namun menggugah kesadaran para alumni. Dengan bahasa yang akrab, beliau membandingkan dua ungkapan Jawa yang sarat makna: “Lek ora ngono ora mangan” dan “Lek ora ngono ora suargo.”
Menurut beliau, pepatah “lek ora ngona ora mangan” mengajarkan bahwa siapa yang tidak bekerja, tidak akan memperoleh penghidupan. Namun, Gontor tidak berhenti pada orientasi dunia semata. Pondok mendidik santrinya untuk melangkah lebih jauh: “Lek ora ngono ora suargo,” yakni bila hidup tidak dijalani dengan nilai, adab, keikhlasan, dan pengabdian, maka tujuan hakiki kehidupan tidak akan tercapai.pada Minggu 05/07/2026
Pesan tersebut menegaskan filosofi pendidikan Gontor bahwa kerja keras adalah kewajiban, tetapi bekerja dengan niat yang lurus dan cara yang benar adalah jalan menuju keberkahan. Sebab, ukuran keberhasilan seorang alumni bukan hanya pada apa yang dimiliki, melainkan pada manfaat yang diberikan dan nilai yang tetap dijaga sepanjang hayat.
Nasihat itu menjadi penutup yang menguatkan seluruh rangkaian reuni : Gontor tidak hanya mencetak orang yang mampu mencari kehidupan, tetapi membentuk pribadi yang mampu mempertanggungjawabkan kehidupannya di hadapan Allah SWT. Di situlah letak perbedaan antara sukses di dunia dan kemenangan yang sesungguhnya di akhirat.
(Yolanda)














