https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Musyawarah Daerah VI DPD FORKABI Jakarta Barat Tetapkan Matrobin, SE Ketua Forkabi Jakarta Barat

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Jakarta, Kompassindonesianews.com Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) Jakarta Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI pada Minggu (19/7/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan dan program kerja FORKABI Jakarta Barat untuk periode mendatang

Dalam pleno Musda tersebut ditetapkan Matrobi, SE sebagai Ketua DPD Forkabi Jakarta Barat.

Dalam sambutannya, pimpinan sidang menyampaikan bahwa Musda merupakan forum tertinggi di tingkat daerah yang menjadi sarana evaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus memilih kepengurusan baru secara demokratis sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Suasana Musda berlangsung tertib, penuh kekeluargaan, dan mengedepankan musyawarah mufakat dalam setiap pengambilan keputusan. Diharapkan, hasil Musyawarah Daerah VI ini mampu melahirkan kepemimpinan yang amanah, solid, dan mampu membawa FORKABI Jakarta Barat semakin maju serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga nilai-nilai budaya Betawi di tengah perkembangan Kota Jakarta.

Musyawarah Daerah VI DPD FORKABI Jakarta Barat ditutup dengan harapan agar seluruh jajaran pengurus dan anggota tetap menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta terus berperan aktif dalam pembangunan daerah dan pelestarian budaya Betawi.

Lebih lanjut Azran berpesan untuk mrnjaga Forkabi. “Jagain Forkabi, jagain saya sebagai pejabat negara. “Kalau semua kompak, bukan tidak mungkin Forkabi akan menjadi organisasi yang besar nantinya,” jelas anggota DPD RI ini mengatakan.

Dalam kesempatan itu, Azran berpesan untuk menjaga akhlak. “Menjadi ketua itu gampang, tapi untuk menjaga amanah yang diberikan itu tidak mudah. Siapapun yang terpilih, jaga akhlaknya. Kalau akhlak dijaga kita bisa diterima masyarakat, diterima dari kalangan manapun,” ujarnya.

(Mursalih)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *