https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Armada Pengangkut Sampah Kelurahan Jembatan Besi Rusak Berat, Bukti Minimnya Perhatian terhadap Sarana Pelayanan Publik

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompassindonesianews.comJakarta Barat , Minggu (26 Juli 2026) – Kegiatan gotong royong penanganan sampah di wilayah RW 01 Jembatan Besi mengalami kendala setelah mobil operasional Toyota Hilux milik Kelurahan Jembatan Besi mengalami kerusakan berat. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 09.10 WIB di Jalan Latumenten Raya, RW 01 Jembatan Besi.

Kerusakan terjadi pada copel bagian belakang dan rumah gardan yang patah, sehingga kendaraan tidak dapat melanjutkan operasional dan untuk sementara tidak bisa digunakan mengangkut sampah harian sebelum dilakukan perbaikan.

Padahal, kondisi kendaraan tersebut sejak lama sudah sangat memprihatinkan. Bagian bak mobil telah mengalami korosi parah, keropos, bahkan banyak bagian yang hancur sehingga hanya ditutupi menggunakan karpet dan lembaran bondek agar tetap dapat beroperasi.

Ironisnya, kondisi tersebut bukan hal yang baru. Berulang kali Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasi Ekbang) telah melaporkan kondisi armada yang semakin tidak layak kepada pimpinan di tingkat kelurahan. Namun, laporan tersebut terkesan tidak mendapat perhatian maupun tindak lanjut yang memadai. Akibatnya, kekhawatiran akan terjadinya kerusakan total akhirnya benar-benar terjadi saat kendaraan sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Bukan hanya mobil Hilux, kondisi gerobak motor (Germor) pengangkut sampah milik Kelurahan Jembatan Besi juga sudah memprihatinkan. Sejumlah unit mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan agar tetap dapat beroperasi secara optimal dalam mendukung pelayanan kebersihan lingkungan.

Sangat disayangkan, fasilitas pendukung yang menjadi ujung tombak pelayanan kebersihan justru terkesan dibiarkan. Padahal, armada pengangkut sampah merupakan kebutuhan dasar dalam menjaga kebersihan, kesehatan lingkungan, serta mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah, termasuk Gerakan Pilah Sampah.

Masyarakat berharap peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi pihak yang berwenang agar lebih serius memperhatikan sarana dan prasarana pelayanan publik. Setiap laporan dari jajaran teknis hendaknya segera ditindaklanjuti sehingga kerusakan yang lebih besar dapat dicegah. Perbaikan maupun pengadaan armada pengangkut sampah yang layak menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kebersihan kepada masyarakat Kelurahan Jembatan Besi dapat berjalan secara optimal dan tidak kembali terhambat akibat rusaknya fasilitas operasional.

Johan/rend

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *