https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Dorong Eliminasi TB 2030, Pengurus KOPI TB Sleman Resmi Dilantik

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

SLEMANKompassIndonesianews.com, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan mempertegas komitmennya dalam mempercepat penanggulangan penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TB), dengan melantik pengurus Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TB) Kabupaten Sleman serta menggelar kampanye Aksi Sehat pada Kamis (6/8), di Ramada Hotel, Caturharjo, Sleman.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, menyampaikan bahwa sebanyak 34 orang pengurus KOPI TB Sleman secara resmi telah dilantik dan diketuai oleh dr. Bheti Yuliana Fitrianingsih, Sp.P. Pelantikan ini menjadi langkah krusial untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam penanganan TB di wilayah Sleman.

“Komitmen yang kami bangun melalui pelantikan KOPI TB ini adalah untuk melakukan eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030, serta mengeliminasi ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria),” ujar Cahya Purnama.

Cahya juga melaporkan bahwa Kabupaten Sleman telah berhasil mencapai eliminasi malaria sejak tahun 2014, lebih awal dibandingkan target Provinsi DIY yang mencapai eliminasi pada tahun 2025. Namun, beberapa penyakit seperti TB dan penyakit berbasis lingkungan/leptospirosis yang berkaitan dengan sampah serta vektor tikus masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu ditangani secara intensif.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas pengukuhan pengurus KOPI TB Kabupaten Sleman. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga medis, organisasi profesi kesehatan, pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat.

“Derajat kesehatan masyarakat merupakan salah satu fondasi utama untuk mewujudkan Kabupaten Sleman yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban. Sebagaimana falsafah Jer Basuki Mawa Beya, keberhasilan pencegahan dan pengendalian penyakit hanya dapat dicapai melalui kerja sama, gotong royong, dan komitmen bersama,” tegas Harda Kiswaya.

Bupati juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat guna mengikis stigma negatif terhadap penderita TB. Menurutnya, penderita TB tidak boleh dikucilkan melainkan harus didukung agar memiliki semangat untuk sembuh.

“Pengentasan TB ini bukan hal yang mudah. Saya berharap tim KOPI TB dapat menjadi motor penggerak kolaborasi, inovasi, dan edukasi masif di tengah masyarakat, sehingga penderita TB mendapatkan pendampingan yang tepat dan target Eliminasi TB 2030 di Kabupaten Sleman dapat tercapai,” pungkasnya.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *