https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Saat Pohon Tumbang, Tubuh Ikut Terhempas: Pekerja Jatuh dari Ketinggian di Jembatan Serong Depok

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Depokkompassindonesianews.com/ — Siang di kawasan Jembatan Serong, Cipayung, Depok, mendadak berubah menjadi kepanikan. Sebuah pekerjaan penebangan pohon yang menjadi bagian dari proyek pelebaran Jalan Raya Cipayung berujung kecelakaan serius ketika seorang pekerja yang berada di atas pohon terpental dan jatuh ke permukaan jalan.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 2 September 2026 sekitar pukul 13.10 WIB. Saat itu, korban berada di atas pohon dan menggunakan mesin pemotong untuk menebang bagian batang. Beberapa pekerja lain berada di bawah untuk membantu menarik tali yang telah dipasang pada pohon.

Detik-detik kejadian kemudian terekam kamera warga dan beredar di media sosial. Dalam rekaman yang dilaporkan sejumlah media, ketika batang pohon mulai jatuh, bagian batang tersebut mengenai korban. Tubuh korban kemudian kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari ketinggian sekitar 5 hingga 10 meter, bahkan bersama mesin pemotong yang digunakannya.

Warga yang menyaksikan kejadian itu langsung bereaksi. Sejumlah pengendara yang sebelumnya menunggu proses penebangan karena arus lalu lintas sempat dihentikan, mendadak dikejutkan oleh tubuh pekerja yang terhempas dari atas pohon.

Seorang warga, Iqbal, mengatakan korban diduga tidak mengenakan perlengkapan keselamatan kerja yang memadai saat berada di ketinggian. Ia juga melihat korban mengalami luka pada bagian kepala, telinga, hingga bibir setelah terjatuh.

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra Kurniawan membenarkan kejadian tersebut. Menurut keterangan kepolisian, korban berada di atas pohon ketika proses penebangan dilakukan, sedangkan rekan-rekannya membantu dari bawah. Saat pohon yang dipotong mulai roboh, korban ikut terjatuh.

Korban kemudian mendapat pertolongan dan dibawa ke Klinik RS Citama, sebelum akhirnya dirujuk menggunakan ambulans ke RSU Bhakti Yudha untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan yang terlihat sederhana di pinggir jalan tetap menyimpan risiko besar ketika dilakukan dari ketinggian. Terlebih, proyek pelebaran jalan di kawasan Cipayung memang sedang berlangsung dan melibatkan pekerjaan penataan badan jalan serta lingkungan di sekitarnya.

Hingga laporan terbaru yang terbit pada 3 September 2026 pagi, korban masih diberitakan mengalami luka serius dan telah menjalani penanganan medis. Belum ditemukan keterangan resmi yang cukup kuat untuk memastikan bahwa korban telah meninggal dunia.

Di media sosial, rekaman kecelakaan tersebut turut menyebar dan menjadi perhatian warga. Salah satu laporan bahkan mengutip unggahan akun Instagram @infodepok_id yang memperlihatkan suasana sesaat setelah insiden.

Ada satu pelajaran yang terasa getir dari kejadian ini: sebatang pohon bisa ditebang dalam hitungan menit, tetapi satu kelalaian dalam pekerjaan di ketinggian dapat membawa risiko sepanjang hidup. Keselamatan kerja bukan aksesori. Ia adalah batas tipis antara pulang membawa upah dan pulang membawa duka.

Penulis:
Burhanudin Fajri
Zill Samt

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *