https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Gandeng Jasa Raharja DIY, Yayasan Putri Anugrah Sejati Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara dan Perlindungan Dasar

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Yayasan Putri Anugrah Sejati, menggelar edukasi keselamatan berkendara dan perlindungan dasar korban kecelakaan lalu – lintas kepada ratusan Ibu – Ibu PKK, Perempuan Tani, Karang Taruna, Kabupaten Kulon Progo dan Sleman, bertempat di The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta, Sabtu 5 September 2026.

Edukasi ini bertujuan peran masyarakat dalam upaya menekan fatalitas korban kecelakaan lalu – lintas.

” Berdasarkan data dari Polresta Sleman, jumlah kerban kecelakaan lalu – lintas dalam rentang waktu Januari – Agustus 2026 sebanyak 1.998 korban dengan 102 orang korban meninggal dunia. Sedangkan data dari kepolisian, kecelakaan umumnya terjadi karena pelanggaran lalu – lintas, kelayakan jalan, dan cuaca buruk. Masyarakat sudah tau etika berkendara, tapi hanya tidak dilaksanakan.

” Hal tersebut disampaikan oleh Pembina Yayasan Putri Anugrah, Dwi Susilowati, mengatakan peran ibu – ibu sangat penting untuk menekan jumlah kecelakaan. Dengan bekal pengetahuan yang kita berikan, ibu – ibu dapat memberikan pesan dan nasehat kepada keluarganya, terutama anak – anaknya untuk tertib berlalu – lintas,” ujarnya.

Tambah Susi, peran ibu dapat memberikan pemahaman yang baik mengenai keselamatan dan tertib berlalu lintas, serta langkah – langkah untuk bagaimana memperoleh santunan kalau terjadi kecelakaan.

Dalam acara edukasi ini, kami juga menghadirkan narasumber kompeten dibindangnya seperti dari pihak kepolisian dan jasa raharja.

Ia pun berharap nantinya tidak hanya keluarga, tapi dapat menyebarkan edukasi lalu – lintas ini kepada lingkungan sekitar. Misalnya, peran pengendara bermotor harus memiliki SIM dan kelengkapan kendaraan.” Kedepan, kita juga akan melakukan edukasi kepada anak – anak muda di Karang Taruna terkait kesadaran membayar pajak, karena akan bermanfaat dan kembali kepada kita semua,” tutup Dwi Susilowati.

Sementara itu, Kepala Kanwil Jasa Raharja Provinsi DIY, Teguh Afriyanto, mengajak para ibu – ibu untuk menjadi agen keselamatan berlalu – lintas misalnya dari yang paling sederhana menggunakan helm.

” Lanjutnya, setiap berkendara harus mematuhi peraturan lalu – lintas, karena tertib lalu – lintas cermin budaya bangsa. Masyarakat yang santun akan lebih bersolidaritas dengan pengendara lain.

Untuk itu, para pengguna jalan pun diajak agar tidak menyingkirkan egoisme yang tinggi saat di jalan. Keselamatan lalu – lintas memerlukan peran dan tanggungjawab kita bersama, khususnya membangun budaya berlalu – lintas.

” Perlu peran kita bersama, seperti ibu – ibu yang memegang peran penting dalam berlalu – lintas di jalan seperti memberikan edukasi, sebab kecelakaan lalu – lintas menjadi pengalaman yang tidak mengenakan karena membawa kerugian kita semua,” jelasnya.

Teguh menyebut, dana santunan yang diserahkan kepada para korban kecelakaan barasal dari pajak yang dibayarkan di Samsat.

Anggota Komisi VI DPR RI, Totok Hedi, yang turut hadir mengatakan perilaku berkendara itu menjadi wajah kebudayaan. Namun, saat ini banyak pengendara sudah kehilangan cara menghormati orang lain saat berkendara di jalan raya. Kita sudah kehilangan cara menghormati orang lain melalui cara berkendara berlalu – lintas,” ucapnya.

Ada gurauan, Yogyakarta tempat orang yang ramah dan sopan, tetapi tidak ada yang mau mengalah saat di jalan. Orang kota selalu takut berkendara di Jogja,” tambahnya.

Totok menyebut, otokritik kepada para pengguna jalan perlu terus dilakukan untuk membangun kesadaran bersama dalam berlalu – lintas. Kultur dan habit berlalu – lintas harus diubah,” katanya.

” Totok menekankan perlunya masyarakat mengetahui aturan lalu – lintas yang benar seperti apa. Dulu bersepeda di pinggir, naik motor selalu di pinggir karena habit bersepeda. Hari ini orang sudah jarang naik sepeda, sepeda motor bisa ke kiri ke kanan di tengah,” pungkasnya.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *