LEBAK BANTEN — Kompassindonesianews.Com Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nafdailfalah Al-Aulad yang berada di dusun Jaraja Desa Anggalan Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak Banten menjadi sorotan tajam warga sekitar. selain sorotan tajam dari warga, Publik pun juga menyoroti yayasan Pendidikan Islam tersebut.
Diketahui bahwa Gedung Bangunan sekolah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nafdailfalah Al-Aulad di dusun Jaraja Desa Anggalan Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak Banten yang sudah bertahun-tahun tak ada aktifitas, bahkan kosong tak ada kegiatan belajar mengajar.
Warga maupun publik menyoroti banyak hal hal yang sangat dinilai banyak kejanggalan dalam pengelolaan dan administrasi maupun dokumen siswa yang sudah tidak mengikuti pendidikan pada yayasan tersebut.dan diduga dana bantuan masih terus mengalir.
Sesuai informasi yang dapat dihimpun oleh sejumlah awak media dari beberapa warga sekitar maupun para warga yang pada waktu beberapa tahun lalu anaknya masih bersekolah di Yayasan pendidikan Islam (YPI) tersebut bahwa, “Pihak Pengelola Yayasan diduga telah memanipulasi data siswa, serta diduga memanfaatkan data siswa guna kepentingan pribadi.
Diketahui Yayasan tersebut sudah bertahun-tahun tak melakukan kegiatan pendidikan pembelajaran, yang diakibatkan dari problem internal tenaga pendidik yayasan dengan pihak yayasan YPI Nafdailfalah Al-Aulad.
Menurut beberapa sumber bahwa Yayasan tersebut diketahui sudah lama dan bertahun tahun tidak memiliki siswa ataupun murid sehingga tidak bisa melakukan kegiatan pendidikan belajar,
Namun ironisnya, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga sekitar pihak yayasan diduga telah memanfaatkan data siswa, dan melakukan manipulasi data siswa yang sudah tidak bersekolah pada yayasan tersebut,
Menurut beberapa sumber bahwa pihak sekolah masih mengaktifkan data siswa yang lama dan sudah lulus maupun pindah sekolah guna mengelabuhi pihak Kemenag setempat agar terkesan bahwa yayasan sekolah tersebut masih aktif dalam kegiatan pembelajaran kepada murid.
Sejumlah warga diwilayah sekitar sekolah saat ditemui wartawan pada (05/9/2026) mengungkapkan, “Oh iya pak, “Sekolh itu sudah lama gak aktif, “tapi menurut informasi bahwa, “pihak yayasan tersebut diduga masih selalu menerima bantuan dari pihak terkait, “Dan pihak yayasan sekolah itu juga diduga masih menggunakan data siswa yang lama, “contohnya, “Siswa yang sudah lulus datanya di manipulasi, Dibuat nya laporan ke pihak pihak Kemenag yang seolah-olah siswa tidak lulus,
“Anak didik yang sudah keluar pindah sekolah, “Datanya juga masih di aktifkan dan dipergunakan oleh yayasan sekolah itu. “Siswa atau murid yang naik kelas ada beberapa yang datanya dibuat tidak naik kelas, “Ini jelas jelas sudah melanggar, Dan ini perlu diusut, “Pungkasnya.
Dilokasi berbeda, Namun masih di sekitar dusun Jaraja,Anggalan Cikulur Lebak Banten, Banyak warga yang menyoroti sejumlah bantuan siswa yang sudah pindak sekolah cair pada waktu itu,
Terkait sekolah YPI Nafdailfalah Al-Aulad, Sejulah warga yang sekaligus walimurid yang tadinya putra putrinya bersekolah di yayasan tersebut namun sudah pindah, kepada wartawan mengungkapkan, “kami pernah sangat kaget pak, “Saat anak kami terima bantuan pendidikan nya cair, Kami datang ke kantor pos, dengan niat mau cairkan bantuan yang diterima anak saya, “Namun setelah kami sampai di kantor pos semua kaget, “Nah kenapa kami kaget pak?, “Sebab bantuan pendidikan yang katanya cair, “ternyata sudah ada yang ambil, Disitulah kami kaget, “Dan akhirnya kami telusuri bersama sama, “dan hal ini diduga dilakukan oleh pihak yayasan sekolah YPI Nafdailfalah Al-Aulad yang mencairkan bantuan sekolah anak kami.
“Kami berharap agar pihak Kemenag Lebak melakukan pemeriksaan data siswa yang mungkin sampai saat ini masih digunakan oleh Pihak YPI untuk kepentingan pribadinya.ini harus diperiksa dan dievaluasi semua data, “Ungkapnya dengan bada kesal.
Menyikapi apa yang menjadi sorotan dan perbincangan warga maka diharapkan agar pihak terkait untuk segera memeriksa pihak pengelola YPI atas dugaan yang menjadi sorotan pembicaraan di lingkungan warga sekitar,
Hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola yayasan maupun pihak terkait dari Kemenag Lebak, dalam permasalahan ini sejumlah awak media terus akan mengawal polemik ini.
*Red Tim*















