https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Meski Baru Terbentuk, Komunitas Anak Rantau Kota Batam Disambut Antusias

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

BATAMkompassindonesianews.com – Meski masih tergolong baru, Komunitas Anak Rantau Kota Batam mulai menunjukkan semangat kebersamaan yang cukup kuat. Komunitas ini dibentuk sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi, membangun persaudaraan, serta menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat perantauan yang berada di Kota Batam.

Rabu, 16 September 2026, Ketua Komunitas Anak Rantau Kota Batam, Dewi, mengatakan komunitas tersebut baru terbentuk pada 8 Agustus 2026. Saat ini, keberadaan komunitas masih dalam tahap awal, termasuk membangun komunikasi melalui grup.

“Terbentuknya komunitas ini tanggal 8 bulan 8 tahun 2026. grup ini baru dibuat, tapi semangat anak rantau Kota Batam sangat antusias,” kata Dewi saat dikonfirmasi.

Menurutnya, meskipun usia komunitas masih sangat muda, antusiasme yang ditunjukkan para anggota menjadi semangat tersendiri untuk mengembangkan komunitas ke depannya.

Awal Kecil, Semangat Besar
Dewi menyebut pembentukan komunitas berawal dari keinginan untuk memiliki wadah yang dapat mempertemukan anak-anak rantau di Kota Batam.

Bukan sekadar tempat berkomunikasi, komunitas ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk saling mengenal, mempererat hubungan kekeluargaan dan menjaga tali silaturahmi di tengah kesibukan masing-masing.

Semangat tersebut dituangkan melalui slogan “Jauh di Mata, Dekat di Hati” serta semboyan “Solid, Kompak, Bersaudara.”

Komunitas juga membawa sejumlah pesan, seperti “Solidaritas Tanpa Batas”, “Silaturahmi Tanpa Jarak”, “Bersama Lebih Kuat” dan “Rantau Jadi Cerita, Bukan Penghalang.”

Walaupun baru berdiri, antusiasme anggota menjadi bagian penting dalam perjalanan awal komunitas. Dari sebuah grup komunikasi, komunitas tersebut mulai membangun fondasi untuk memperluas silaturahmi dan kebersamaan.

Dewi berharap ke depan semakin banyak anak rantau di Kota Batam yang dapat bergabung dan ikut menjaga semangat persaudaraan.

“Yang terpenting kita bisa saling mengenal, saling menjaga silaturahmi dan membangun kebersamaan,” ujarnya.

Komunitas Anak Rantau Kota Batam pun ingin menjadikan perbedaan daerah asal bukan sebagai jarak, melainkan sebagai kekuatan untuk membangun persaudaraan di tanah rantau.

“Bersama Kita Kuat, Anak Rantau Kota Batam. Jauh di Mata, Dekat di Hati.”

Penulis harry

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *