Tangerang – Kompassindonesianews.com Fenomena meningkatnya jumlah lulusan sarjana pendidikan di Indonesia kini menunjukkan ketidakseimbangan serius antara produksi pendidikan tinggi dan kebutuhan nyata di lapangan. Rabu, 16 September 2026
Setiap tahun ribuan lulusan pendidikan memasuki pasar kerja dengan harapan menjadi tenaga pendidik profesional, namun kenyataannya formasi guru, baik melalui jalur Perusahaan, Aparatur Sipil Negara (ASN) Maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih sangat terbatas. Kesenjangan ini menimbulkan persoalan struktural yang tidak bisa dianggap sepele.
Di berbagai Daerah, termasuk di Kabupaten Tangerang, semakin mudah ditemukan lulusan pendidikan yang menganggur atau terpaksa bekerja di luar bidangnya. Banyak dari mereka harus menerima pekerjaan dengan upah rendah dan tanpa kepastian status sebagai tenaga Kontrak (honorer)
Menurut Syafrudin, SM pengamat kebijakan pemerintah Daerah kabupaten Tangerang Menyampaikan Ironisnya, profesi yang seharusnya menjadi pilar pembangunan sumber daya manusia justru menghadapi problem kesejahteraan yang belum terselesaikan. Gaji yang tidak menentu, minimnya perlindungan kerja, dan jalur karier yang tidak jelas menjadi realitas pahit yang dihadapi para sarjana pendidikan.
Kondisi ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah. Alih-alih hanya menjadi tanggung jawab individu atau perguruan tinggi, masalah ini menunjukkan lemahnya perencanaan kebijakan pendidikan dan pengelolaan tenaga pendidik.
Tanpa regulasi yang jelas terkait kuota mahasiswa jurusan pendidikan dan reformasi sistem rekrutmen guru yang transparan dan adil, ketimpangan antara jumlah lulusan dan kebutuhan lapangan kerja akan terus membesar. Pemerintah sejatinya memiliki peran kunci dalam memastikan lulusan pendidikan tidak hanya terserap, tetapi juga mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan yang layak.
Di sisi lain, perkembangan sektor industri, teknologi, dan kewirausahaan membuka peluang yang jauh lebih luas bagi generasi muda yang adaptif. Oleh karena itu, calon mahasiswa dan generasi muda harus lebih selektif dalam menentukan jurusan kuliah. Pilihan jurusan pendidikan, tanpa dukungan kebijakan pemerintah yang konkret, tidak lagi bisa dianggap jalur aman menuju profesi stabil.
Jika tidak ada langkah nyata dari pemerintah, kekhawatiran akan meningkatnya pengangguran terdidik di sektor pendidikan bukan hanya menjadi isu lokal, tetapi akan berkembang menjadi masalah nasional yang jauh lebih kompleks, tutupnya
Penulis: Rudy















